<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738</id><updated>2012-02-15T22:51:30.340-08:00</updated><category term='Sejarah'/><category term='agriculture'/><category term='Berita'/><category term='sastra'/><title type='text'>KARO DAILY</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://islamkaro.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-8242507771124043190</id><published>2009-10-25T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T21:33:06.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agriculture'/><title type='text'>BUDIDAYA IKAN HIAS: IKAN MAS KOKI MUTIARA</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px;" src ="http://www.iptek.net.id/ind/warintek/GAMBAR/3c3.gif"&gt;Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&amp;ttg=3&amp;doc=3c3"&gt;Lanjut&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-8242507771124043190?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/8242507771124043190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/8242507771124043190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2009/10/budidaya-ikan-hias-ikan-mas-koki.html' title='BUDIDAYA IKAN HIAS: IKAN MAS KOKI MUTIARA'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-6906584280667993854</id><published>2009-10-25T21:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T21:30:58.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agriculture'/><title type='text'>Budidaya Ikan Mas</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px;" src ="http://ristantra.files.wordpress.com/2008/09/mas.jpg"&gt;Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://sutanmuda.wordpress.com/2007/10/22/budidaya-ikan-mas/"&gt;&lt;br /&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-6906584280667993854?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/6906584280667993854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/6906584280667993854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2009/10/budidaya-ikan-mas.html' title='Budidaya Ikan Mas'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-7498616785769722083</id><published>2009-10-25T21:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T21:29:11.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agriculture'/><title type='text'>Budidaya Ikan Hias Air Tawar</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px;" src ="http://www.geocities.com/aguszain01/ikanhias.jpg"&gt;Kalau sudah cinta dan hobi, biasanya orang bisa berjam-berjam duduk didepan wadah tembus pandang atau di kolam pekarangan hanya untuk memperhatikan keindahan dan warna-warni serta goyang lenggak-lenggoknya.  Untuk mendapatkannya bahkan rela merogoh kocek jutaan sampai ratusan juta rupiah.  Binatang yang dimaksud adalah ikan hias air tawar.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ikan hias memang memiliki prospek bisnis menggiurkan. Dengan modal yang tidak terlalu besar dan sedikit keterampilan membudidayakannya anda dijamin dapat potensial income dari bisnis ini. Pasarnya pun terbilang cukup mudah, terutama di kota – kota besar seperti : Tangerang, Serang dan Cilegon, serta beberapa kota besar lain di Jabodetabek.&lt;br /&gt;Alasan yang dipilih mengapa ikan hias sebagai sumber penghasilan ? karena usaha budidaya ikan hias tidak membutuhkan lahan yang luas, memerlukan modal yang kecil dan dapat dilakukan oleh setiap anggota keluarga juga waktu yang relatif singkat. Jenis-jenis ikan tersebut antara lain jenis siklid, platis, lemon, cupang, black ghost, manvis, palmas, guppy, diskus, oscar dan masih banyak lagi lainnya dengan tingkat pembudidayaan secara tradisonal, semi intensif ataupun secara intensif dengan sarana dan prasarana yang beragam.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan hasil budidaya ikan hias yang baik dapat dilakukan dengan selalu menjaga kualitas dan kuantitasnya.  Dalam menjaga kualitas dan kuantitas tidak terlepas dari cara budidaya ikan hias yang dilakukan.  Oleh karena itu dalam kegiatan budidaya ikan hias perlu diperhatikan beberapa hal  yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadah pemeliharaan&lt;br /&gt;Budidaya ikan hias dapat menggunakan wadah dari berbagai jenis selama tidak bocor. Wadah budidaya yang sering digunakan untuk ikan hias adalah akuarium, kolam bak semen, kolam terpal/plastik, bak fiber glass dengan ukuran yang beragam.  Selain itu juga dapat dimanfaatkan barang-barang bekas yang tidak bocor dan dapat ditambal dengan ukuran dan diameter yang beragam ukurannya.  Wadah budidaya ikan sistem airnya ada yang mengalir dan ada yang tergenang.  Wadah pembudidayaan ikan hias ini terdiri dari wadah perawatan induk, pemijahan, penetasan telur, pendederan, pembesaran dan penampungan hasil.  Tetapi wadah yang digunakan tergantung dari jenis ikan dan yang utama adalah tergantung dari luas lahan dan modal yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan hidup ikan hias air tawar&lt;br /&gt;Ikan hias mempunyai kemampuan hidup pada lingkungan yang beragam.  Lingkungan hidup ikan yang sangat mempengaruhi adalah air, suhu, derajat keasaman (PH), kesadahan air, kandungan oksigen terlarut dan kecerahan.  Untuk membudidayakan ikan hias haruslah sesuai dengan kondisi lingkungan air disekitar kita.  Lingkungan air yang ideal bagi ikan hias rata-rata adalah untuk suhu air 24 – 300C, PH 6-7, oksigen terlarut &gt; 3 ppm dan kecerahan air 30 – 60 cm.&lt;br /&gt;Sumber air untuk budidaya ikan hias antara lain berasal dari air tanah, air sungai dan air PAM.  Jenis-jenis air tersebut harus diendapkan dahulu minimal 12-24 jam sebelum dipakai agar kandungan oksigen terlarutnya cukup dan gas-gas yang lain hilang.&lt;br /&gt;Untuk membuat PH yang sesuai dengan kehidupan ikan hias dapat dilakukan dengan memberikan kapur pertanian atau kapur bordo dengan dosis secukupnya bila terlalu asam/basa.&lt;br /&gt;Kesadahan air menunjukkan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium dan seng.    Tingginya kesadahan sangat dipengaruhi oleh kondisi sekitar seperti jenis tanaman sekitar sumber air dan mikroorgnisme.   Kesadahan atau kekerasan air  yang ideal untuk budidaya ikan hias air tawar berkisar antara 70 – 100 HD&lt;br /&gt;Kandungan nitrit dalam usaha budidaya ikan berasal dari sisa pakan, kotoran ikan, lumut, tanaman mati yang terdekomposisi dalam siklus nitrogen. Kandungan nitrit berpengaruh terhadap kesehatan yang berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan&lt;br /&gt;Pakan untuk ikan hias yang diberikan biasanya adalah pakan alami dan pakan buatan.  Jenis pakan alami yang biasa diberikan yaitu infusoria, kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, artemia, serangga, kodok, ikan hidup/mati. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang bahan dasarnya juga berasal dari pakan alami.  Pakan buatan umumnya berbentuk pellet yang kadar proteinnya dapat diatur sesuai kebutuhan pertumbuhan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Calon Indukan&lt;br /&gt;Dalam pemijahan ikan hias diperlukan indukan ikan jantan dan betina. Induk yang akan digunakan harus mencukupi umur untuk dipijahkan dan sudah matang gonad (kelamin).  Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad pada ikan hias dapat dilihat dari cirinya.  Ciri induk matang gonad untuk induk betina antara lain perut gendut ke arah genital dan  bila diraba terasa lembek serta halus, genital menonjol (membuka) dan bila diurut akan keluar beberapa telur.  Sedangkan induk jantan yang matang gonad dicirikan bila diurut kearah genital akan mengeluarkan cairan sperma.  Ikan hias akan mengalami matang gonad dan dapat dipijahkan pada umur 4 – 12 bulan tergantung jenis ikannya. Calon indukan kondisi badannya harus sehat, tidak terjangkit penyakit dan berasal dari keturunan (gen) yang baik dan bagus. Untuk  mendapatkan  calon indukan adalah dengan jalan membeli, diperoleh dari antar pembudidaya ikan hias, dari hobiis atau menghasilkannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemijahan&lt;br /&gt;Pemijahan ikan untuk proses pembuahan telurnya ada yang berlangsung secara internal dan eksternal.  Ikan hias ada yang bertelur dan ada yang beranak.  Perlakuan proses pemijahan berbeda tergantung jenis ikannya.  Oleh karena itu harus disiapkan media, bahan, alat yang diperlukan dalam proses pemijahan.  Tidak semua ikan hias dapat melakukan pemijahan secara alami. Untuk membudidayakan ikan hias yang tidak bisa memijah secara alami dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon perangsang (induced spawning) agar bisa memijah baik secara alami atau melalui pengurutan (stripping).  Perlu diketahui untuk membudidayakan ikan hias sebaiknya hindari pemijahan satu keturunan (inbreeding).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetasan Telur&lt;br /&gt;Telur akan menetas tergantung dari jenis ikannya.  Biasanya telur akan menetas setelah 24 jam menjadi larva.  Penetasan (inkubasi) telur dapat dilakukan di akuarium,kolam permanen, corong dan happa.  Dalam proses penetasan ada yang dilakukan dengan cara diangkat induk secara keseluruhan  atau ada yang induknya ditinggal salah satunya.  Proses penetasan telur ada yang memerlukan aerasi dan ada yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan Larva hingga Pembesaran&lt;br /&gt;Telur yang sudah menjadi larva akan mulai berenang kesana-kemari.  Larva ikan dapat ditempatkan dalam akuarium, hapa, kolam bak, bak plastik, fiber glass dan kolam tanah serta wadah lainnya.&lt;br /&gt;Selama mulai menetas sampai umur ± seminggu larva tidak perlu diberi makan karena masih membawa cadangan makanan berupa kuning telur (yolksack).  Setelah seminggu sudah mulai diberikan makanan berupa infusoria, kutu air atau artemia, cacing sutera atau jenis makanan lainnya baik dari pakan alami atau buatan yang ukurannya lebih kecil dari mulut larva.  Setelah ikan berukuran benih dan mulai besar pakan yang diberikan berupa kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, serangga, kodok, ikan hidup/mati atau pellet.  Pemberian pakan yang umum dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.&lt;br /&gt;Kepadatan penebaran benih ikan harus disesuaikan dengan luasan media budidaya, jangan terlalu padat atau terlalu jarang.  Bila terlalu padat menyebabkan pertumbuhan ikan lambat dan jika jarang tidak efisien penggunaan media budidaya (pemborosan).&lt;br /&gt;Air yang menjadi tempat benih ikan hidup, akan mengalami penurunan kualitas yaitu air menjadi kotor akibat sisa makanan dan kotoran ikan.  Oleh karena itu diperlukan pembersihan air (penyiponan).  Caranya dengan membuka pipa pembuangan atau menyedotnya.  Air yang dibuang tidak semuanya, maksimal ¾ bagiannya.  Setelah itu diisi kembali dengan air yang sudah diendapkan sebelumnya jangan air baru. Makanya para pembudidaya harus memiliki tendon air agar dapat melakukan penyiponan kapan saja.  Frekuensi penyiponan air semakin sering semakin baik dan paling lambat sekali seminggu.&lt;br /&gt;Ikan-ikan yang terawat akan mengalami pertumbuhan.  Pertumbuhan dan perkembanga ikan biasanya tidak seragam.  Ada yang besar lebih dahulu, normal dan ada yang bantet (kontet).  Untuk itu perlu dilakukan penyortiran dan pedederan ikan.  Ikan-ikan yang berukuran seragam dikelompokkan berdasarkan ukuran agar pertumbuhannya seragam.  Setelah dilakukan pendederan ini perlu dilakukan pendederan selanjutnya.  Antara anakan jantan dan betina harus disortir dan dipisahkan untuk menghindari pemijahan dini he….supaya pertuumbuhan ikan normal dan untuk menyiapkan calon indukan.&lt;br /&gt;Lama proses pemeliharaan ikan hias sampai ikan siap jual tergantung  pada jenis ikannya.  Pada umur 1-2 bulan biasanya ikan sudah berukuran 1-2 inci. Jadi dapat diukur pertumbuhan ikan dan kapan ikan itu bisa dijual tergantung pada  jenis dan ukurannya. Ikan hias bisa dipasarkan kapan saja tergantung dari kebutuhan pembudidayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada budidaya ikan hias, pembudidaya ada kalanya menghadapi hama dan penyakit.  Hama yang perlu ditanggulangi adalah ular, burung, katak, larva capung, keong dan yang paling penting adalah manusia. Penyakit  yang menyerang ikan hias adalah penyakit yang disebabkan oleh bukan parasit (non parasiter) dan penyakit yang timbul karena serangan parasit.&lt;br /&gt;Penyakit yang berasal dari non-parasiter biasanya bersumber dari faktor lingkungan dan terutama adalah makanan.  Makanan yang tidak dibersihkan akan mengundang berbagai macam penyakit.  Oleh karena itu makanan yang diberikan sebelumnya harus dicuci dulu agar bersih baru diberikan. Pemberian pakan yang berlebihan dan tidak sesuai akan mengakibatkan adanya gejala kekurangan oksigen dan keracunan.  Lingkungan yang lainnya adalah adanya perubahan temperatur, PH dan kesadahan yng tidak sesuai ambang batas normal.   Perubahan temperatur biasanya terjadi pada saat musim pancaroba.  Pada  saat inilah cupang banyak terserang penyakit.  Oleh karena itu harus selalu mengontrol keadaan air.&lt;br /&gt;Penyakit parasiter disebabkan karena adanya serangan parasit pada badan ikan, insang, lendir maupun dalam tubuh ikan itu sendiri.  Parasit ini dapat berupa protozoa, cacing, udang renik, jamur, bakteri dan virus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran&lt;br /&gt;Permintaan ikan hias masih banyak pangsa pasarnya baik untuk pangsa pasar lokal dan ekspor.  Untuk memasarkan ikan hias ini para pembudidaya bisa langsung menjual sendiri ke konsumen atau menggunakan jasa pengepul (pengumpul) yang biasanya sudah mempunyai jaringan yang luas dan ada juga pembeli yang langsung datang ke pembudidaya. Ada juga yang menawarkan ke agen-agen (supplier) atau berdagang keliling.  Untuk memaksimalkan pemasaran hasil budidaya ikan hias, para pembudidaya harus bisa membuka jaringan yang luas agar bisa mendapatkan konsumen tetap.  Cara lainnya adalah dengan melakukan usaha budidaya ikan hias dengan sistem plasma. Selain itu juga dengan membentuk kelompok/asosiasi yang saling menguntungkan antara sesama anggotanya.&lt;br /&gt;Pembudidaya juga harus mempunyai pengepul tetap yang selalu siap menampung hasil usaha.  Yang tak kalah penting adalah para pembudidaya harus aktif mencari konsumen secara langsung baik melalui hubungan langsung ataupun melalui media komunikasi seperti telepon dan internet.  Konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah sangat penting dilakukan untuk mencari terobosan dalam bidang pemasaran.&lt;br /&gt;Budidaya  ikan hias air tawar merupakan suatu komoditi yang dapat dikembangkan sebagai sumber mata pencaharian karena modal yang diperlukan kecil, dapat memanfaatkan lahan yang sangat terbatas dan waktu yang relatif singkat serta cara budidaya yang mudah.  Sekarang yang sangat diperlukan adalah pembinaan dari pemerintah atau instansi terkait lainnya untuk mengembangkan potensi budidaya ikan hias diwilayah masing-masing untuk mengangkatnya sebagai komoditi unggulan juga lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran.&lt;br /&gt;Kabupaten dan Kota Tangerang telah banyak yang membudidayakan ikan hias air tawar dan mempunyai penghasilan yang tinggi.  Mudah-mudahan kota-kota besar lainnya di Provinsi Baten dapat meanfaatkan peluang ini baik untuk pangsa pasar lokal maupun ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-7498616785769722083?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/7498616785769722083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/7498616785769722083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2009/10/budidaya-ikan-hias-air-tawar.html' title='Budidaya Ikan Hias Air Tawar'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-447948436060781563</id><published>2008-04-09T02:26:00.001-07:00</published><updated>2008-04-09T02:28:06.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><title type='text'>Aminuddin Anhar Sembiring</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVRa6H_vAI/AAAAAAAAADM/Wkt17gkoqyk/s1600-h/kar1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVRa6H_vAI/AAAAAAAAADM/Wkt17gkoqyk/s200/kar1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045528480259750914" /&gt;&lt;/a&gt; Selasa, 11 September 2007 00:00 WIB&lt;br /&gt;Dukamu Anakku, Antologi Aminuddin Anhar &lt;br /&gt;WASPADA Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Prof. H. Ahmad Samin Siregar&lt;br /&gt;(Fakultas Sastra USU, Medan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA Aminuddin Anhar Sembiring sebagai penyair bukanlah nama yang baru muncul di blantika perpuisian nasional. Nama itu telah eksis sejak era 1960-an. Dan, tahun 2007,ini Aminuddin yang akrab disapa Kapten itu menerbitkan sebuah buku kumpulan puisi dalam bentuk yang cukup sederhana bertajuk: Dukamu Anakku berisikan 83 puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan puisi ini bercerita tentang berbagai macam masalah kehidupan manusia. Ada suka dan ada pula duka. Namun, karena judul puisi ini sendiri memakai kata duka, tentunya peristiwa kehidupan manusia yang penuh dengan masalah duka (menyedihkan) lebih banyak dibicarakan penyair dalam kumpulan puisinya ini daripada kehidupan manusia yang penuh dengan masalah suka (menggembirakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, masalah suka dan duka ini merupakan permainan atau riak-riak kecil dalam gelombang kehidupan manusia. Namun, apabila permainan atau riak-riak kecil dalam hidup itu tidak cepat diatasi bukan tidak mungkin akan menjadi masalah besar dan rumit dalam perjalanan hidup seseorang. Aminuddin Anhar yang berdomisili di Lubuk Pakam, Deli Serdang terlahir dengan nama Kapitan Sembiring. Beliau lahir pada 21 Agustus 1949 di Bangun Purba, Deli Serdang. Aminuddin Anhar pernah mengikuti perkuliahan di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) sekitar akhir 1960-an bersama Slamet Rahardjo dan N. Riantiarno serta kuliah di Akademi Bahasa Asing (ABA) Swadaya, Medan, tetapi tidak tamat karena buru-buru melaksanakan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga aktif di organisasi kepemudaan yang ada di daerah Kabupaten Deli Serdang.Pernah menjadi pengurus Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) dan penandatanganan deklarasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Pekerjaan yang dilalui Aminuddin Anhar bermacam-macam, mulai dari pembina dan pengurus beberapa grup teater, guru kesenian, terutama drama, dan akhirnya menjadi wartawan sampai sekarang.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan puisi Aminuddin Anhar ini selalu mempergunakan tiga kata dalam tajuk puisinya yaitu kata ballada (seharusnya balada dengan satu huruf l saja),  malam, dan duka. Kata ballada dalam tajuk puisi Aminuddin Anhar ditemukan di dalam enam puisinya yang antara lain adalah, “Ballada duka”, “Ballada petani tua”, dan “Ballada  matinya pengebut muda’’&lt;br /&gt;Penggunaan balada ini amat diperlukan untuk mengungkapkan perasaan penyair secara utuh dan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, ungkapan perasaan penyair itu baru terasa sempurna apabila disampaikan dengan bentuk-bentuk yang luas dan berpanjang-panjang seperti balada ini. Sedangkan kata malam ada pada delapan tajuk puisi Aminuddin Anhar yang antara lain adalah dalam puisi, “Malam-malam sepi”, “Suatu malam kala hati dalam hitam’ dan “Di terminal malam”. Kata malam yang dipergunakan penyair di sini lebih menyangkut “masalah kegelapan” untuk menyatakan “tidak tentu arah dalam hidup” ini. Kehidupan yang sepi, hitam dan kelam, kata penyair melalui puisi-puisinya dalam kumpulan puisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan tajuk buku kumpulan puisi ini, Aminudin Anhar mempergunakan kata duka dalam sembilan tajuk puisinya yang antara lain adalah puisi, “Ballada duka”, “Tembang duka anak petaniku” dan “duka hari jum’at”. Penggunaan kata duka ini tentu sangat erat hubungannya dengan tajuk kumpulan puisi ini dukamu Anakku. Memang, kumpulan puisi ini merupakan pesan dari Aminuddin Anhar untuk seorang anaknya di dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan rasa duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Aminuddin Anhar, gelombang kehidupan ini, yang diwarnai oleh duka dan suka secara silih berganti, lebih banyak masalah duka daripada masalah suka. Ketiga kata kunci ini menunjukan permasalahan yang dihadapi oleh Aminuddin Anhar dalam kehidupan ini  Oleh karena itulah, Aminuddin Anhar menulis balada ini untuk menyampaikan pikiran dan pendapat dengan berpanjang-panjang, meluas dan lebih lengkap tentang gelombang kehidupan yang kelam (malam) dan penuh dengan keprihatinan dan kesedihan (duka).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-447948436060781563?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/447948436060781563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/447948436060781563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2008/04/aminuddin-anhar-sembiring.html' title='Aminuddin Anhar Sembiring'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVRa6H_vAI/AAAAAAAAADM/Wkt17gkoqyk/s72-c/kar1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-4193238035998463379</id><published>2008-01-17T15:19:00.000-08:00</published><updated>2008-01-17T15:20:50.055-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Usaha Di Internet</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/R4_dtaO15CI/AAAAAAAAAOA/s7lTNcs94ao/s1600-h/arabmarket2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/R4_dtaO15CI/AAAAAAAAAOA/s7lTNcs94ao/s400/arabmarket2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156583870567932962" /&gt;&lt;/a&gt;Ada info bisnis tuk gabung. DAFTAR GRATIS,TANPA MODAL SEPESERPUN &amp; DAPATKAN 50 $. (Tidak ada ruginya untuk dicoba, karena tanpa modal sedikitpun) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bisnis MLM berstatus Global &amp; 100% menggunakan tehnologi internet dengan memberikan kepada anggotanya berbagai manfaat &amp; keuntungan. MLM ini akan mengelegarkan dunia bisnis MLM mulai Januari 2008¦.. bisnis ini bernama DubaiMLM. DubaiMLM akan menjadi \"THE FINANCIAL CAPITAL OF THE WORLD\", dimana rekening DubaiMLM Anda akan menjadi lebih penting daripada rekening Bank Anda. Info selengkapnya klik url di bawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dinar2010.dubaimlm.com"&gt;http://dinar2010.dubaimlm.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DubaiMLM akan diluncurkan secara resmi pada 30 Januari 2008. Jika Anda mendaftar sekarang (4 Anggota Baru mendaftar setiap 1 menit Sekarang!!!) dan sebelum 30 Januari 2008, Anda akan mendapatkan: &lt;br /&gt;1. $50 untuk setiap Anggota Baru. &lt;br /&gt;2. $10 untuk setiap Anggota Baru yang Anda sponsori. &lt;br /&gt;3. $1 untuk setiap Anggota Baru di bawah Anda hingga Level 50. &lt;br /&gt;4. 150 MIR Rewards Dollars. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah yang terawal kerana DubaiMLM akan memiliki 300,000 anggota sebelum hari peluncuran resminya pada 30 Januari 2008. Info selengkapnya klik url dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dinar2010.dubaimlm.com"&gt;http://dinar2010.dubaimlm.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftarlah sekarang Gratis sebelum 30 Januari 2008, (tidak ada ruginya untuk dicoba, karena tanpa modal sedikitpun). Anda akan mendapatkan semua manfaat dari No.1 hingga No.4 di atas, selain itu pemberian dan penyusunan downlines diberikan dan dibuatkan secara automatis. Semua fasilitas sistem pelaporan pendapatan &amp; kelebihan DubaiMLM dapat Anda pelajari pada Member Area. Info selengkapnya klik url dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dinar2010.dubaimlm.com"&gt;http://dinar2010.dubaimlm.com &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-4193238035998463379?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/4193238035998463379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/4193238035998463379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2008/01/usaha-di-internet.html' title='Usaha Di Internet'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/R4_dtaO15CI/AAAAAAAAAOA/s7lTNcs94ao/s72-c/arabmarket2.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-9033312186538935259</id><published>2007-07-19T08:47:00.000-07:00</published><updated>2007-07-19T10:14:26.227-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Tontaipur Tangkal Pasukan Neo Kolonialisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-aa9mv7sI/AAAAAAAAAGk/vbvcwSEFo9U/s1600-h/tontaipur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-aa9mv7sI/AAAAAAAAAGk/vbvcwSEFo9U/s400/tontaipur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088955891956313794" /&gt;&lt;/a&gt;Taipur, Pasukan Pengintai Dapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAIPUR dan lima anggota "pasukannya" berlari ke sana kemari dengan riangnya di sekitar dapur umum Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Batalyon Linud 501 di sebuah hutan di Kecamatan Sawang. Matanya awas mengamati tiap gerakan yang dibuat para prajurit dapur yang sedang menyiapkan santap siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau harum masakan yang merangsang selera, membuat "Taipur" dan anggota "pasukannya" menjulurkan lidah. Sesekali mereka mengendus-endus, menggesekan badannya ke kaki para prajurit masak sambil mengibaskan ekornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taipur dan "anggota pasukannya" ini memang hanya seekor anjing kampung yang sudah dianggap "keluarga sendiri" oleh para prajurit Batalyon 501 itu. Saking sayangnya kepada keenam anjing itu, Komandan Batalyon Linud 501 Letnan Kolonel Inf Ferry Zein memberikan sebutan kehormatan kepada anjing-anjing lucu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing terbesar yang berwarna putih diberi nama taipur, kependekan dari pengintai dapur. Anggota lain, yakni lima anjing yang masih kecil-kecil ada yang bernama dogi, belang, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam anjing itu setiap hari kerjanya hanya mengintai dapur umum di batalyon itu. Sejumlah prajurit di kesatuan itu mengatakan, kalau taipur dan kawan-kawan sudah mondar-mandir di sekitar dapur, itu berarti masakan para prajurit masak sudah hampir siap dan sebentar lagi waktu makan siang tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika makan siang tiba, taipur dan kawan-kawan segera menemani para prajurit bersantap. Dengan manja, pasukan taipur akan menggesekkan badannya, menatap wajah para prajurit, dan mengeluarkan bunyi melenguh untuk meminta sisa makanan. Taipur Cs akan berebutan dan berlari kegirangan, jika salah seorang prajurit memberi mereka sisa makanan seperti potogan ikan asin atau daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran taipur Cs, cukup menghibur para prajurit yang tinggal di bedeng darurat di tengah bukit yang dikelilingi rawa-rawa itu. Letak pos taktis pasukan itu memang sangat terpencil dan berada di tengah semak-semak yang menjulang melebihi tinggi badan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekeliling tempat itu hanya ada hutan dan bukit-bukit tanpa permukiman. Mencari hiburan di tempat seperti ini, hanya bisa didapat jika orang punya kreativitas untuk menciptakan sendiri, untuk kemudian dinikmati sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap pagi saya cukup mengelus-elus si taipur Cs. Kalau malam kadang-kadang mereka tidur bareng saya. Itu sudah cukup menghibur dan membunuh kesepian," kata Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ferry Zein, taipur Cs mulai "bergabung" sejak pasukan pemukul reaksi cepat itu tiba di Sawang, Aceh Utara dari Ramele, Aceh Tengah dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika kami tiba di sekitar Sawang, taipur Cs langsung mengikuti kami dan menetap di markas ini. Sejak itu, mereka menjadi bagian dari pasukan kami," kenang Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA beberapa cerita mengenai perilaku taipur dan anjing-anjing kampung lainnya yang menarik. Mereka sekarang punya kegemaran mengikuti pasukan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya, kalau ada pasukan berbaju loreng dan bawa senjata, mereka pasti mengikuti kemana mereka pergi," kata Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama diceritakan Komandan Detasemen Pemukul Tiga Letnan Kolonel Rimbo, yang bertugas di sebuah perkebunan sawit di Kecamatan Nisam. Sejak ada pasukan di daerah itu, kata Rimbo, banyak anjing-anjing kampung yang berdatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kami bergerak sedikit saja, seperti ketika akan menyisir, mereka pasti mengikuti. Sampai-sampai kami harus mengusir mereka dengan paksa agar tidak ikut," kata Rimbo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rimbo mengatakan, anjing-anjing itu mengikuti kemana TNI pergi karena di pos-pos TNI selalu ada sisa makanan. "Bisa dikatakan, mereka cukup sejahtera kalau ikut tentara. Makanya, kemana pun kami pergi mereka pasti ikut. Padahal, ada di antara anjing-anjing itu yang memiliki tuan yang tinggal di permukiman tidak jauh dari sini," kata Rimbo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara berkelakar, Rimbo mengatakan, anjing-anjing itu tampaknya tahu bahwa kalau ikut tuannya yang sedang mengungsi, "kesejahteraan" mereka tidak terjamin. "Boro-boro ngasih makan anjing, pengungsi sendiri sering kesulitan makanan di pengungsian," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga tidak mau mengikuti kelompok Gerakan Aceh Merdeka yang logistiknya kemungkinan amat terbatas, apalagi setelah TNI menutup jalur-jalur logistik ke basis-basis GAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anjing juga tahu, kalau ikut GAM setiap pagi mereka harus mengendap-endap ke rumah-rumah penduduk untuk mencari makanan bersama tuannya. Dari pada mengendap-endap seperti itu, lebih enak ikut TNI, yang jelas-jelas logistiknya terjamin," ujar Rimbo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-9033312186538935259?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/9033312186538935259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/9033312186538935259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2007/07/tontaipur-tangkal-pasukan-neo.html' title='Tontaipur Tangkal Pasukan Neo Kolonialisme'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-aa9mv7sI/AAAAAAAAAGk/vbvcwSEFo9U/s72-c/tontaipur.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-8504809985542604948</id><published>2007-03-24T09:26:00.000-07:00</published><updated>2007-03-24T09:29:47.785-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Misteri Gunung Sibayak</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVRa6H_vAI/AAAAAAAAADM/Wkt17gkoqyk/s1600-h/kar1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVRa6H_vAI/AAAAAAAAADM/Wkt17gkoqyk/s200/kar1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045528480259750914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;24 Mar 07 04:13 WIB&lt;br /&gt;Mistis Gunung Sibayak: &lt;br /&gt;Burung Melintas Pun Bisa Jatuh&lt;br /&gt;WASPADA Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;NAMA Gunung Sibayak dengan ketinggian 2.172 meter dari permukaan laut (mdpl) tidak saja dikenal sebagai gunung aktif yang menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara. Lebih dari itu, gunung yang juga dikenal banyak memakan korban wisatawan nusantara maupun mancanegara yang mendaki, sekaligus tempat bersemayamnya rongsokan lima jenis pesawat terbang. &lt;br /&gt;Catatan Waspada, ke lima rongsokan pesawat terdiri tiga pesawat udara dan dua helikopter. Ketiga pesawat ini, Foker 28 milik maskapai penerbangan Garuda Jurusan Palembang-Medan yang hancur setelah menabrak sisi Timur Gunung Gunung Sibayak pada 1978, Hercules C 130 milik TNI AU menabrak kawasan Embusan Sigedang Gunung Sibayak, dan pesawat komersil Garuda jenis Airbus, yang jatuh setelah menabrak pepohonan di kawasan Buah Nabar di balik Gunung Sibayak pada 1997. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dua helikopter masing-masing, milik perusahaan Pertamina yang jatuh dikawasan Deleng Singkut pada 1975, serta helikopter TNI AD jenis Bolcow BO 105 yang dinyatakan hilang 22 Agustus 1994, dan ditemukan reruntuhannya pada 2 April 1996. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua korban kecelakaan pesawat umumnya meninggal duniadan dievakuasi tim SAR, namun reruntuhan bangkai pesawat tetap dibiarkan bersemayam di dalam hutan kawan Gunung Sibayak. Hal ini terpaksa dilakukan karena medan dilalui cukup berat, sehingga untuk penyidikan biasanya yang dibawa keluar hanya beberapa keping reruntuhan pesawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Terlarang &lt;br /&gt;Peristiwa pesawat naas yang melintasi kawasan Gunung Sibayak, banyak dikaitkan masyarakat dengan cerita mistis masyarakat Desa Doulu, Kec. Berastagi dan Desa Semangat Gunung, Kec. Simpang Empat tentang daerah terlarang di kawasan Deleng Pertekteken . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita masyarakat kedua desa, wilayah Deleng Pertekteken dianggap banyak masyarakat sebagai tempat suci dan bersemayamnya seseorang yang memiliki ilmu pengobatan yang cukup tinggi, lazim disebut 'Guru Pertawar Remai' yang melakukan sumpah dan meletakan seluruh ilmu yang dimilikinya karena lupa mengobati kedua anak gadisnya bernama Tandang Suasa dan Tanda Kumerlang yang meninggal dunia karena sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mengecewakannya, jasad kedua anak gadis kesayangannya juga tidak ditemukannya, sehingga Guru Pertawar Remai menjadi kesal, dan menganggap ilmu yang dimiliknya tidak berguna lagi, lalu membuang seluruh ilmu pengobatan itu. "Dalam sumpahnya, ada rasa penyesalan karena melupakan kedua anaknya," ungkap si empu cerita, sehingga apa saja yang melintasi Lau Sibiangsa akan jatuh ke tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah ini sering menjadi kenyataan, karena setiap burung yang melintasi wilayah itu sering jatuh tanpa diketahui penyebabnya. Dan sampai hari ini, masih banyak masyarakat menyakini cerita itu. "Bahkan tidak jarang pula masyarakat melaksanakan upacara di lokasi itu hingga kini," ujar Posman Surbakti, 40, warga Desa Doulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya sejumlah pesawat di kawasan Gunung Sibayak, sering dikaitkan masyarakat dengan legenda dan sumpah Guru Pertawar Remai, namun bagi sekelompok masyarakat lain menganggap kejatuhan sejumlah pesawat terbang di kawasan Gunung Sibayak akibat faktor cuaca yang buruk, diikuti seringnya kabut tebal melanda daerah pegunungan di Karo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain cuaca, posisi lapangan udara Medan yang berada tidak jauh dari balik Gunung Sibayak bisa menjadi penyebab pesawat terbang langsung menabrak bagian Gunung Sibayak. Jawabnya terpulang kepada ahlinya, namun yang pasti evakuasi korban telah dilakukan dan saat ini di kawasan Gunung Sibayak bersemayam 5 rongsongkan bangkai pesawat terbang dan helikopter yang menjadi saksi bisu sejumlah peristiwa penerbangan di Sumatera Utara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-8504809985542604948?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/8504809985542604948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/8504809985542604948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2007/03/misteri-gunung-sibayak.html' title='Misteri Gunung Sibayak'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVRa6H_vAI/AAAAAAAAADM/Wkt17gkoqyk/s72-c/kar1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-488936088325743699</id><published>2007-03-24T08:05:00.000-07:00</published><updated>2007-03-24T08:17:11.935-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sejarah Karo</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVAhKH_u_I/AAAAAAAAADE/Hs7We11WvKE/s1600-h/kar1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVAhKH_u_I/AAAAAAAAADE/Hs7We11WvKE/s200/kar1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045509895936261106" /&gt;&lt;/a&gt;Islam di Tanah Karo, Antara 1500-1600 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi mengenai Islam di Tanah Karo adalah sebuah pembahasan yang sangat menarik. Apabila kita membaca sejarah perkembangan Islam di Aceh, maka nampaklah bahwa Islam telah menjadi agama sebagian penduduk di Tanah Karo, khususnya mereka yang mendiami wilayah yang menjadi bagian dari Kerajaan Aceh saat itu, seperti Langkat, Medan dan daerah sekitar pegunungan Gayo dan Alas dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila diadakan pembahasan secara khusus tentang sejarah Islam di Tanah Karo maka banyak orang yang membuatnya bermula dari abad ke-18 M. Hal itu dapat dimaklumi karena orang-orang Karo yang menjadi subjek dalam Kerajaan Aceh, benar-benar terasimilasi kepada masyarakat kerajaan tersebut. Sehingga banyak orang yang terjebak dalam asumsi bahwa yang dinamakan Tanah Karo dan orang Karo adalah sisa masyarakat yang belum memeluk Islam di tempat terisolir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sejarawan bersikap plin-plan, saat membahas sejarah berdirinya kota Medan. Di sana di dapat bukti-bukti yang meyakinkan bahwa pendiri kota tersebut adalah orang Karo yang kebetulan Muslim bernama Guru Patimpus yang tahun pendiriannya adalah 1590. Orang-orang Karo diyakini sebelumnya telah banyak memeluk agama Islam akibat interaksi dengan para intelektual, saudagar dan pelaut Muslim yang singgah di pesisir Sumatera Utara dalam pelayaran mengarungi Selat Malaka. Baik itu di masa kejayaan Haru Wampu maupun Haru Delitua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, tidak salah mengatakan bahwa Islam telah dikenal di Tanah Karo sejak dua atau tiga abad sebelumnya, dan bisa saja juga diperkuat dengan akibat dari konstelasi politik di Aceh, khususnya di daerah antara sungai Samudera dan Pasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejarah, antara tahun 1275-1286 M, merupakan tahun-tahun penting bagi daerah pesisir timur Sumatera Utara. Di tahun inilah Kesultanan Daya Pasai, sebuah kesultanan yang disinyalir dipengaruhi secara budaya oleh pemerintahan Dinasti Fatimiyah di Mesir, memperluas daerah kekuasaannya dan mendirikan pemerintahan bawahan di Bandar Kalipah. Pemerintahan ini yang dikenal bernama Kesultanan Bandar Kalipah, disinyalir menjadi faktor utama dalam memperkenalkan Islam secara institusional kepada orang-orang Karo yang bermukim di wilayah tersebut. Secara geografis, penduduk Karo terdiri dari dua kelompok masyarakat; pegunungan dan pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan pertama dipegang oleh Muhammad al-Kamil dengan gelar Sultan Muhammad al-Kamil Perkasa Alam. Daerah kekuasaan kesultanan ini meliputi daerah-daerah antara Sungai Deli dan Sungai Asahan, yang kebanyakan merupakan orang-orang Karo. Konon, kepiawaian Muhammad al-Kamil, yang dikenal kemudian dengan nama Sultan Muhammadsyah, beserta permaisurinya Putri Ratna Hussin masih dikenang sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Bandar Kalipah diyakini kemudian mengalami kegoncangan politik akibat perubahan-perubahan kekuatan di Selat Malaka dengan munculnya Majapahit di pihak lokal dan Mesir, Arab, Persia, India dan Cina di pihak asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Kesultanan Daya Pasai berhasil dikuasasi oleh kekuatan baru yakni Kesultanan Samudera Pasai, Sultan Muhammad al-Kamil Perkasa Alam, Sultan Bandar Kalipah, segera mengambil sebuah kebijakan penting dengan menyatakan kemerdekaan negaranya dari dominasi kekuatan manapun, pada tahun 1286.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu pula, Kesultanan Samudera Pasai, yang didirikan oleh orang Batak yang masuk Islam bernama Merah Silu alias Malik al-Shaleh, mengklaim semua daerah bawahan Daya Pasai menjadi bagian dari wilayah kekuasaannya. Akibatnya, perang antara kedua pasukan tidak terelakkan. Pasukan Samudera Pasai berhasil menguasai Bandar Kalipah dan Sultan Muhammad al-Kamil Perkasa Alam bersama permaisurinya dan pasukannya mengungsi ke Muar Malaya dan di sana mereka mendirikan kekuasaan baru yang bernama Kesultanan Muar Malaya. Di Semenanjung Malaysia ini, mereka berhasil membangun sebuah pemerintahan yang mapan, sekitar satu abad sebelum munculnya Kesultanan Malaka yang terkenal itu pada tahun 1383 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Kesultanan Samudera Pasai ini, orang-orang Karo semakin terlibat dalam pembangunan kebudayaan dan peradaban Islam, khususnya mazhab syafii, sesuai dengan mazhab yang dianut oleh kesultanan baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah empat belas tahun, orang-orang Karo berada dalam pemerintahan Samudera Pasai, sekitar tahun 1300 M pasukan Kesultanan Dehli dari India, mencoba masuk ke Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah sekitar Sungai Deli sampai ke Delitua. Selama lima puluh, orang-orang India tersebut memimpin sebuah provinsi bawahan dari India bersama orang-orang Karo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan dari India ini, setelah itu mengundurkan diri akibat perubahan pemerintahan di negaranya dari tangan Sultan Kilzi ke Sultan Taklak pada tahun 1350 M. Selama lima puluh tahun tersebut, persatuan budaya antara orang-orang Karo dengan India menghasilkan sebuah harmonitas dengan peninggalan-peninggalan sejarah, berupa kuburan dan makam, yang sampai sekarang masih terdapat di sekitar Sungai Deli, sebuah peninggalan yang dihormati oleh orang Melayu maupun Karo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, orang-orang Karo di luar Delitua, khususnya di Kerajaan Haru Wampu, dan daerah lainnnya terpaksa mengalami krisis politik yang mendalam saat wilayah-wilayah tersebut dikuasasi oleh tentara Majapahit. Perang antara pasukan Majapahit dan Samudera Pasai tidak terelakkan pada tahun 1339 M. Puncaknya, pasukan Samudera Pasai dipimpim oleh Panglima Mula Setia memukul mundur pasukan Majapahit yang membuat pos di Tamiang. Tentara Majapahit kacau balau melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska krisis politik yang mencekam tersebut, pembangunan di Kesultanan Samudera Pasai berangsur pulih dan kemajuan peradaban dapat ditingkatkan. Di masa inilah diyakini banyak orang-orang Karo yang turun dari pegunungan mulai banyak mengenal Islam saat berinteraksi dengan masyarakat asing yang singgah. Salah satu ilmuwan yang singgah di Kesultanan Samudera Pasai adalah Ibn Batutah pada tahun 1345 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga tokoh-tokoh yang dikenal pada zaman setelah itu (1451 M) di antaranya, Datuk Sahilan yang dikenang sebagai tokoh yang memperkenalkan Islam kepada orang-orang Batak di daerah-daerah Sungai Asahan sampai ke Simalungun, Kisaran, Tinjauan, Perdagangan, Bandar, Tanjung Kasau, Bedagai, Sungai Karang dan Bangun Purba. Datuk Sahilan merupakan ulama Melayu yang memperkenalkan Islam ke pedalaman daeah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Karo semakin banyak yang berpendidikan dan semakin banyak pula yang terlibat sebagai elit-elit pada masyarakat, baik di bidang pendidikan, agama maupun politik. Puncaknya, pada tahun 1497 M, seorang Karo bernama Manang Sukka, yang menjadi panglima pada kesultanan kecil salah satu kesultanan yang akhirnya membentuk Kesultanan Aceh Darussalam, menjadi menantu sang Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bersama tiga iparnya, para putera mahkota, memperluas Kesultanan baru tersebut sampai meliputi hampir semua wilayah Sumatera. Ketiga iparnya itu adalah Sultan Ali Mughayat Syah, Laksamana Tuanku Burhanuddin Syah dan Laksamana Tuanku Ibrahimsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu abad kemudian seorang ulama Karo yang sangat terkenal bernama Guru Patimpus, seorang alim dan sufi, dikenang dalam sejarah sebagai pendiri pertama Kota Medan pada tahun 1950 berdasarkan bahan–bahan dari Panitia Sejarah Kota Medan (1972) termasuk Landschap Urung XII Kuta, ini dapat dilihat dari trombo yang disalin dalam tulisan Batak Karo yang ditulis di atas kulit–kulit Alin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Guru Patimpus merupakan tokoh kunci pembangun masyarakat Islam di kalangan orang-orang Karo di pesisir maka orang yang berperan penting dalam membantu orang-orang Karo di pegunungan atau Karo Dusun dalam memeluk agama Islam adalah putera Guru Patimpus sendiri yang bernama Raja Bagelit yang mempunyai kerajaan Islam bernama Kerajaan Sukapiring, sebuah kerajaan Islam yang diperintah oleh orang-orang Karo sendiri. Wilayah kekuasaannya meliputi area luar Medan sampai ke pegunungan Karo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut naskah Riwayat Hamparan Perak salah seorang putera dari Sisingamangaraja bernama Tuan Si Raja Hita mempunyai seorang anak bernama Guru Patimpus pergi merantau ke beberapa tempat di Tanah Karo dan merajakan anak-anaknya di kampung–kampung: Kuluhu, Paropa, Batu, Liang Tanah, Tongging, Aji Jahe, Batu Karang, Purbaji, dan Durian Kerajaan. Kemudian Guru Patimpus turun ke Sungai Sikambing dan bertemu dengan Datuk Kota Bangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trombo ini mengisahkan Guru Patimpus lahir di Aji Jahei. Dia mendengar kabar ada seorang datang dari Jawi (bahasa Jawi bahasa Pasai Aceh, kemudian dikenal dengan bahasa Melayu tulisan Arab. Orang yang datang dari Jawi itu adalah orang dari Pasai keturunan Said yang berdiam di kota Bangun. Orang itu sangat dihormati penduduk di Kota Bangun kemudian diangkat menjadi Datuk Kota Bangun yang dikenal sangat tinggi ilmunya. Banyak sekali perbuatannya yang dinilai ajaib-ajaib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Patimpus sangat ingin berjumpa dengan Datuk Kota Bangun untuk mengadu kekuatan ilmunya. Guru Patimpus beserta rakyatnya turun melalui Sungai Babura, akhirnya sampailah di Kuala Sungai Sikambing. Di tempat ini Guru Patimpus tinggal selama 3 bulan, kemudian pergi ke Kota Bangun untuk menjumpai Datok Kota Bangun. Konon ceritanya dalam mengadu kekuatan ilmu, siapa yang kalah harus mengikuti yang memang. Dalam adu kekuatan ini, berkat bantuan Allah SWT Guru Patimpus kalah dan dia memeluk agama Islam, sebelumnya beragama Perbegu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia belajar agama Islam dari Datuk Kota Bangun. Dia selalu pergi dan kembali ke Kuala Sungai Sikambing pergi ke gunung dan ke Kota Bangun melewati Pulo Berayan yang waktu itu di bawah kekuasaan Raja Marga Tarigan keturunan Panglima Hali. Dalam persinggahan di Pulo Berayan, rupanya Guru Patimpus terpikat hatinya kepada puteri Raja Pulo Berayan yang cantik. Akhirnya kawin dengan puteri Raja Pulau Berayan itu, kemudian mereka pindah dan membuka hutan kemudian menjadi Kampung Medan. Setelah menikah, Patimpus dan istrinya membuka kawasan hutan antara Sungai Deli dan Sungai Babura yang kemudian menjadi Kampung Medan. Tanggal kejadian ini biasanya disebut sebagai 1 Juli 1590, yang kini diperingati sebagai hari jadi kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera Guru Patimpus Hafal Al-Qur'an &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkawinan dengan puteri Raja Pulo Berayan lahirlah dua orang anak lelaki, seorang bernama Kolok dan seorang lagi bernama Kecik. Kedua putera Guru Patimpus ini pergi ke Aceh untuk belajar agama Islam. Kedua putera Guru Patimpus ini hafal Al Qur'an, karena itu Raja Aceh memberi nama untuk yang tua Kolok Hafiz, dan adiknya Kecik Hafiz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut trombo yang ditulis dalam bahasa Batak Karo di atas kulit Alin itu, Hafiz Muda kemudian menggantikan orang tuanya Guru Patimpus, menjadi Raja XII Kuta. Putera Guru Patimpus dari ibu yang lain bernama Bagelit turun dari gunung menuntut hak dari ayahandanya yaitu daerah XII Kuta. Setelah puteranya Bagelit memeluk agama Islam daerah XII Kuta yang batasnya dari laut sampai ke gunung dibagi dua. Kepada Bagelit diberi kekuasaan dari Kampung Medan sampai ke gunung. Akhirnya kekuasaan Bagelit dikenal dengan Orung Sukapiring. Sedangkan Hafiz Muda tetap menjadi Raja XII Kuta berkedudukan di Kampung Medan. Waktu itu Medan adalah sekitar Jalan Sungai Deli sampai Sei Sikambing (Petisah Kampung Silalas). Guru Patimpus dan puteranya Hafiz Muda yang menjadikan Kampung Medan sebagai pusat pemerintahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut trombo dan riwayat Hamparan Perak (XII Kuta) Guru Patimpus belajar agama Islam pada Datuk Kota Bangun. Menurut catatan sejarah Datuk Kota Bangun adalah seorang ulama besar, tapi tidak disebut namanya. Apakah Datuk Kota Bangun itu adalah Imam Siddik bin Abdullah yang meninggal 22 Juni 1590? Pertanyaan ini barang kali ahli sejarah dapat menjawabnya. Di masa dulu ulama–ulama besar lebih dikenal dengan menyebut nama tempat ulama itu berdomisili. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. J.P. Moquette dan Tengku Luckman Sinar, SH, makam Imam Siddik bin Abdullah terdapat di Perkebunan Klumpang. Pada batu nisannya tertulis ulama dari Aceh Imam Siddik bin Abdullah meninggal 23 Syakban 998H (22 Juni 1590) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda tercatat pertama kali masuk di Deli tahun 1641, ketika sebuah kapal yang dipimpin Arent Patter merapat untuk mengambil budak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, hubungan Deli dengan Belanda semakin mulus. Tahun 1863 Kapal Josephine yang membawa orang perkebunan tembakau dari Jawa Timur, salah satunya Jacobus Nienhuijs, dari Firma Van Den Arend Surabaya mendarat di Kesultanan Deli. Oleh Sultan Deli, ia diberi tanah 4.000 bau untuk kebun tembakau, dan mendapat konsesi 20 tahun. Begitulah awal cerita, yang berlanjut dengan masuknya ribuan tenaga kerja Cina, India, dan akhirnya Jawa untuk menggarap perkebunan-perkebunan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa Melayu, Medan berarti tempat berkumpul, karena sejak zaman kuno di situ sudah merupakan tempat bertemunya masyarakat dari hamparan Perak, Sukapiring, dan lainnya untuk berdagang, berjudi, dan sebagainya. Desa Medan dikelilingi berbagai desa lain seperti Kesawan, Binuang, Tebing Tinggi, dan Merbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Singkat Guru Patimpus adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sisingamangaraja, bernama aseli Mahkuta alias Manghuntal. Lahir di Bakkara, dibesarkan di Istana Raja Uti VII (Pasaribu Hatorusan) di Singkel, menjadi raja Batak di Bakkara paska menumpas pemberontakan memerintah di tahun 1540-1550 M. Mempunyai dua anak, yang pertama adalah Manjolong, menjadi Sisingamangaraja II di Bakkaara dengan gelar Datu Tinaruan atau Ompu Raja Tinaruan memerintah 1550 s.d 1595 dan yang kedua adalah: &lt;br /&gt;2. Tuan Siraja Hita, Di sana ia memperoleh tiga orang anak. Anak yang nomor dua menjadi raja di Kerajaan Pekan. Yang bungsu menjadi raja di Kerajaan Balige, Toba dan yang tertua bernama Patimpus alias Guru Patimpus. &lt;br /&gt;3. Guru Patimpus, masuk Islam dan pada tanggal 1 Juli 1590, mendirikan kota Medan. Puteranya adalah, (1) Benara, Raja di Benara (2) Kuluhu, Raja di Keluhu (3) Batu, pendiri kerajaan Batu, (4) Salahan, Raja di Salahan (5) Paropa, Raja di Paropa (6) Liang, Raja di Liang Tanah (7) Seorang gadis yang menikah dengan Raja Tangging (Tingging) (8) Janda yang menetap di Aji Jahe (9) Si Gelit (Bagelit), Raja di Kerajaan Karo Islam Sukapiring, daerah antara Medan sampai ke pegunungan Karo (10) Raja Aji, yang menjadi perbapaan Perbaji, (11) Raja Hita yang menjadi raja di Durian Kerajaan, Langkat Hulu (12) Hafidz Tua dengan panggilannya Kolok, tidak menjadi raja tapi ulama dan Hafidz Muda dengan panggilannya Kecik yang menjadi pengganti Guru Patimpus di Kerajaan Medan.&lt;br /&gt;4. Raja Hafidz Muda&lt;br /&gt;5. Raja Muhammadsyah putera Hafidz Muda, makamnya terletak di dekat makam puteranya Masannah, daerah Petisah Medan. Mempunyai tiga putera. Yang pertama adalah Masannah yang dikenal dengan Datuk Saudagar, dia menetap di Pulau Bening dan keturunannya berada di sana. Makamnya di samping makam ayahnya Muhammadsyah yang disebut 'Makam Melintang', anak yang kedua adalah Pangeran Ahmad yang keturunanya menetap di Petisah, Medan dan yang ketiga adalah Raja Mahmud yang menjadi pengganti Raja Muhammadsyah. Saat ini pusat kerajaan yang meliputi 2/3 dari kerajaan Patimpus dipindahkan ke Terjuan. Dia dimakamkan di sana. Raja Muhammadsyah memperluas kerajaan ke kawasan baru yang bernama Kuala Bekala dan Terjun. Kedua daerah ini kemudian disebut Marhom Muhammadsyah Darat.&lt;br /&gt;6. Raja Mahmud putera Muhammadsyah, mempunyai dua putera mahkota. Pertama Pangeran Ali dan yang kedua Pangeran Zainal yang memilih tinggal di Klambir Tunggal dan kuburannya ada di sana.&lt;br /&gt;7. Raja Ali putera Mahmud, memindahkan ibukota ke kawasan Buluh Cina. Kerajaan mulai makmur dengan perdagangan. Penghasilan kerajaan berasal dari ekspor lada besar-besaran ke Penang/Melaka. Mempunyai satu putera mahkota, Banu Hasyim dan satu puteri, Bujang Semba yang menikah dengan Sultan Panglima Mangedar Alam dari Kesultanan Deli. Masuknya pengaruh kekuatan Aceh dan orang-orang melayu yang berciri khas India Dehli. Kesultanan Deli sendiri didirikan oleh Sri Paduka Gocah Pahlawan Laksamana Khoja Bintan.&lt;br /&gt;8. Raja Banu Hasyim putera Ali, menikah dengan puteri Manyak, kakak dari Datuk Sunggal Amar Laut. Dia memperluas kerajaan sampai ke kawasan Kampung Buluh. Mempunyai tiga anak. Pertama adalah Sultan Sri Ahmad, yang kedua adalah Sri Kemala, puteri yang menikah dengan Sultan Osman I dari Kesultanan Deli dan yang ketiga adalah Sri Hanum, seorang puteri yang menikah dengan Pangeran Kesultanan Langkat, Musa.&lt;br /&gt;9. Sultan Sri Ahmad putera Banu Hasyim. Pusat kerajaan di pindahkan ke Pangkalan Buluh. Kerajaan Karo Islam mulai tergeser karena menguatnya Kesultanan Deli yang didukung oleh Imperium Kesultanan Aceh. Sultan pernah menerima tamu bernama John Anderson pada tahun 1823. Kerajaan Islam Karo akhirnya takluk ke Kesultanan Deli dan Sultan akhirnya masuk menjadi pembesar Kesultanan Deli yang bergelar Datuk Panglima Setia Raja Wazir XII-Kota. Pemerintahannya di bawah Kesultanan Deli akhirnya dipindahkan ke Hamparan Perak. Dia meninggal dalam usia 119 tahun&lt;br /&gt;10. Datuk Adil&lt;br /&gt;11. Datuk Gombak&lt;br /&gt;12. Datuk Hafiz Harberhan&lt;br /&gt;13. Datuk Syariful Azas Haberham. Riwayat Hamparan Perak ini pernah disalin ke dalam bahasa Belanda dalam "Nota Over De Landsgrooten van Deli", juga dalam "Begraafplaatsrapport Gementee Medan 1928"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-488936088325743699?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/488936088325743699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/488936088325743699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2007/03/sejarah-karo.html' title='Sejarah Karo'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgVAhKH_u_I/AAAAAAAAADE/Hs7We11WvKE/s72-c/kar1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-9179701962716588919</id><published>2007-03-20T13:46:00.000-07:00</published><updated>2007-03-20T13:47:11.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Tanah Karo Dan Islam</title><content type='html'>&lt;img src ="http://users.telerama.com/~jdehullu/islam/images/cordoba_2.gif" align= "left" border=3 width="300" height="450" HSPACE=5 &gt;22 Feb 07 06:05 WIB&lt;br /&gt;Berjuang Mengemban Amanah&lt;br /&gt;Menyambut Peluncuran Biografi Tuan Guru H. Sulaiman Tarigan 1887-1961)&lt;br /&gt;WASPADA Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tanggal 24 Februari 2007, Yayasan Sirajul Huda sebuah lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan, Dakwah dan Sosial di Tanah Karo akan menyelenggarakan sebuah acara yang sangat penting dan bersejarah; Peluncuran Biografi Tuan Guru H. Sulaiman Tarigan : Menyemai Islam di Tanah Karo Melalui Dakwah Kultural yang diikut dengan Dialog Dakwah Islam di Tanah Karo, Dulu, Kini dan Akan Datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengenang 100 tahun masuk dan berkembangnya Islam di Tanah Karo. Angka 100 tahun itu sendiri diperoleh dengan asumsi Islam masuk ke Karo dan dianut menjadi sebuah agama bagi masyarakat Karo sejak tahun 1990. Hal ini ditandai dengan masuk Islamnya Sibayak Juan Tarigan dan keluarganya di Kuala dan selanjutnya menetap di Tiga Beringin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harus dicatat, angka 100 tahun diposisikan sebagai idiom agar lebih mudah diingat. Artinya, tanpa disadari Islam di Karo telah berusia 100 tahun lebih. Diharapkan muncul pertanyaan dibenak kita masing-masing, Bagaimana keberadaan Islam saat ini di Karo dan ke arah mana Islam akan berkembang? diharapkan dengan pertanyaan seperti ini, kita lebih memperhatikan perkembangan Islam di Tanah Karo si malem tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan lewat kegiatan ini kita dapat mengenal lebih dekat sosok ulama yang menghabiskan usianya pada jalan dakwah. Kita bisa belajar dari metode dan pendekatan dalam dakwah. Namun lebih dari itu semua, kita dapat belajar tentang kearifan-kearifan local untuk kehidupan masa depan yang lebih baik, beradab dan bermartabat. Artikel ini sebenarnya ditulis dalam rangka menyambut kegiatan tersebut dan menyingkap pesan besar yang dikandungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100 Tahun &lt;br /&gt;Tidak bisa dipastikan kapan sebenarnya agama Islam masuk ke tanah Karo. Setidaknya ada tiga teori besar yang dapat dirujuk; Pertama, teori Barus, kedua teori Aceh dan teori perbatasan. Menurut Dada Meuraxa, Islam masuk ke Karo di bawa oleh pedagang kemenyan dari Barus. Bahkan, asal kata Karo itu sendiri dipengaruhi oleh bahasa Arab "qarau" yang artinya membaca. Jalur perjalanan antara Barus dengan Karo, yaitu Tapanuli Utara, Simalungun dan Dairi sampai sekarang masih dijumpai petani kemenyan. Alasan lain yang dikemukakan adalah, ada kesamaan dalam hal pengobatan tradisional, baik dalam ramuan maupun dalam ritual yang dimulai dengan membaca bismillahirrahmanirrahim dan diakhiri "qabol berkat la ilaha illa Allah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Islam juga sangat kental jika dilihat pada rumah adat Karo yang selalu menghadap kiblat dan biasanya dalam upacara adat, laki-laki diharuskan memakai kain sarung dan peci, sedangkan perempuan menutup kepala dengan tudung khusus. Teori kedua menyebutkan bahwa Islam masuk ke Tanah Karo di bawa oleh penda'wah dari Aceh Tengah. Namun da'wah tersebut dikatakan kurang berhasil dengan baik. Masri Singarimbun dalam karyanya yang berjudul, Kinship, Descent and Alliance among the Karo Batak, ada menuliskan "Pengembang Islam di Tanah Karo datang dari Aceh, tapi kurang memperoleh hasil. Salah seorang pengembang yang berasal dari Aceh bernama Tengku Syech Lau Bahun, justru dimusuhi sebagian penduduk, bahkan kemudian di bunuh. Makamnya terdapat di dekat Lingga, 5 KM dari Kabanjahe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data-data yang tersedia menunjukkan bahwa Islam mulai bergema di Tanah Karo sejak masuk Islamnya Sibayak Juan Tarigan dan keluarganya melalui Tengku Muda dari Aceh sekitar tahun 1900an. Selanjutnya Sulaiman Tarigan salah seorang putra Sibayak Juan Tarigan belajar kepada Teuku Mbelin di Kotacane. Sejak saat inilah Islam terus berkembang dan menjadi agama yang dianut oleh komunitas muslim di sekitar Singalor Lau. Teori ketiga seperti yang diperpegangi oleh M. Said, Islam masuk ke Karo disebabkan oleh pengaruh kerajaan-kerajaan yang berada di sekitar perbatasan Karo yaitu kerajaan Haru Deli Tua, Kerajaan Haru Langkat, dan Kerajaan Haru Pane. Ketiga kerajaan ini pada abad XV ditaklukkan oleh kerajaan Islam Aceh, sebagaimana dikutip oleh Groonevelt dari catatan Cina " Yang Yai Sheng Lan" di tahun 1416 menyatakan bahwa raja Haru dan segenap rakyatnya sudah sebahagian masuk Islam. Penting untuk di catat, penduduk kerajaan Haru tersebut secara geneologi masih mempunyai hubungan dengan suku Karo yang bermukim di dataran Tinggi Karo. Ada kemungkinan, jalur kekeluargaan ini menjadi jalan yang sangat efektif menyebarkan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebut bahwa sebelum tahun 1900 telah ada orang Karo yang memeluk Islam. Namun penulis sendiri melihat dari referensi yang ada tidak ada ditemukan satu namapun orang Karo yang memeluk Islam sebelum masa itu. Lebih dari itu, bagi penulis sendiri, pengertian Islam masuk bukan saja dalam makna Islam dipeluk. Tetapi maknanya lebih luas dari itu, Islam dipeluk oleh orang Karo. Berangkat dari indicator ini, penulis menemukannya keluarga Sibayak Juan Tarigan. Islam tidak saja dipeluk tetapi juga diamalkan dan didakwahkan. Di dalam biografi tersebut terlihat bagaimana Sulaiman Tarigan harus pulang pergi Tiga Beringin ke Kutacana untuk berdakwah. Artinya, setiap kali ia memperoleh ilmu dari Teuku Mbelin dan guru-guru lainnya, ia pun segera pulang dan mengajarkan kepada keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri, yang lebih menarik adalah kemampuannya dalam membentuk komunitas masyarakat Karo Muslim. Tegasnya apa yang disebut umat telah terbentuk pada masa itu. Bahkan pada perkembangan selanjutnya, kerjasama dakwah di empat wilayah komunitas Muslim seperti Tiga Beringin (tempat asal), Keriahen Darat, Simpang Pergendangan dan Kuala Baru terjalin dengan cukup harmonis dan penuh persaudaraan. Sebuah persaudaraan yang tidak saja didasarkan pada hubungan adat dan geneologi, tetapi persaudaraan yang sudah dilandasi oleh tauhid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, Tuan Guru H. Sulaiman Tarigan sebagai pengembang pertama Islam di Tanah Karo telah menunjukkan bagaimana semestinya Islam di kembangkan di dataran tinggi Karo tersebut. Ternyata disamping menggunakan pendekatan kekeluargaan dan ilmu kesaktian, keberhasilan dakwah Tuan Guru disebabkan kemampuannya dalam menggunakan adat dan tradisi sebagai media dakwah sepanjang tidak bertentangan dengan syari'at Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dilepaskan dari jasa-jasa Tuan Guru. Ditambah lagi ia menjadi kepala jawatan agama pertama (Kandepag) di Tanah Karo. Masalahnya sekarang adalah bagaimana masa depan Islam di Tanah Karo setelah memasuki usia yang ke 100 tahun? Metode Dakwah seperti apa yang relevan di Tanah Karo di masa depan? Pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan dapat dijawab dalam dialog dakwah Islam tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan acara Peluncuran Biografi Tuan Guru H. Sulaiman Tarigan dan Dialog Dakwah Islam di Tanah Karo, Dulu, Kini dan Akan Datang, dapat menyadarkan kita bahwa saudara-saudara kita yang ada di Tanah Karo dan juga daerah minoritas muslim lainnya, sangat membutuhkan perhatian kita umat Islam pada umumnya. Syukur-syukur, lewat acara ini muncul gagasan baru dan segar untuk melakukan aksi-aksi yang lebih konkrit . Insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Penulis adalah Dosen Fakultas Syari'ah dan Direktur Shafia Institut)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-9179701962716588919?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/9179701962716588919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/9179701962716588919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2007/03/tanah-karo-dan-islam.html' title='Tanah Karo Dan Islam'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-4230387592931941102</id><published>2007-03-17T19:45:00.000-07:00</published><updated>2007-03-17T19:46:53.648-07:00</updated><title type='text'>Kantor Camat Barusjahe Sia-sia</title><content type='html'>&lt;img src ="http://users.telerama.com/~jdehullu/islam/images/cordoba_2.gif" align= "left" border=3 width="300" height="450" HSPACE=5 &gt;Direhab Berbiaya Rp 30 Juta, Kantor Camat Barusjahe Makin Tak Berfungsi        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mar 16, 2007 at 08:37 AM  &lt;br /&gt;T Karo (SIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan rehab kantor Camat Barusjahe berbiaya Rp 30.000.000  yang ditampung dalam APBD Karo 2006 sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar mandi yang merupakan salah satu fisik yang direhab, akhirnya tidak berfungsi. Bahkan asbes-asbes terkelupas terkena air hujan akibat atap bocor. Sehingga sejak selesai proses rehab, para pegawai terpaksa buang air kecil ke bawah pokok kopi dan bambu sekitar kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikatakan beberapa pegawai kantor Camat Barusjahe kepada wartawan, Selasa (13/3) di kantor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai menyebutkan beberapa fisik yang diganti, di antaranya, 8 daun pintu, 10 keping papan untuk resplang,  beberapa tegel kamar mandi, pembuatan 1 septiktanc dan pengecetan beberapa lembar resplang dan daun pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah kamar mandi diperbaiki, akhirnya tidak berfungsi dan kami buang air kecil terpaksa ke bawah pokok kopi atau pokok bambu,” ujar pegawai yang meminta identitasnya tidak disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camat Barusjahe, Drs Iskandar Zulkarnain Tarigan MSi yang dikonfirmasi SIB, Kamis (15/3) di Kabanjahe, membenarkan adanya pelaksanaan rehab kantor Camat Barusjahe. Tarigan menyesalkan sejak direhab, kamar mandi malah tidak berfungsi dan beberapa kerusakan lainnya tetap tidak diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rehab itu dilaksanakan dari kantor Bupati Karo. Saya tidak terlibat apa pun dalam rehab tersebut,” ujarnya singkat dan menyarankan wartawan untuk mengkonfirmasi ke Bagian Umum Kantor Bupati Karo di Kabanjahe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-4230387592931941102?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/4230387592931941102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/4230387592931941102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2007/03/kantor-camat-barusjahe-sia-sia.html' title='Kantor Camat Barusjahe Sia-sia'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-2958366485756415718</id><published>2007-03-10T09:53:00.000-08:00</published><updated>2007-03-10T09:54:38.098-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Awas Selebaran Gelap Berbau Sara di Karo!!!</title><content type='html'>&lt;img src ="http://users.telerama.com/~jdehullu/islam/images/cordoba_2.gif" align= "left" border=3 width="300" height="450" HSPACE=5 &gt;Thursday 08 March 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KNPI Karo Sesalkan Beredarnya Selebaran Gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Kepemudaan Islam (OKI), Pemuda Khatolik, GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) dan sejumlah OKP sangat menyesalkan beredarnya selebaran gelap yang cenderung berbau sara. Selain tak etis, selebaran yang mengatas namakan HMKI (Himpunan Mahasiswa Karo Islam) itu juga dapat memecah belah kerukunan umat beragama di Karo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan serta menolak keras beredarnya selebaran itu disampaikan sejumlah Ketua OKI, Pemuda Katolik, GAMKI dan OKP di kantor Sekretariat DPD KNPI Karo di Kabanjahe, Selasa (6/3). Dari OKI hadir sejumlah organisasi Islam seperti DPC Ansor (Drs Pimpin Bangun, Ahmad hasyim Purba SH), PC IBNU (Fahmi Tarigan SHI, Saleh SAg), BK PRMI (Muhammad Rafi Ginting) dan DPD BM PAN (Osaka Hendra Ginting). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari Pemuda Katolik hadir Harmonis Bukit dan sejumlah pengurus lainnya, dan GAMKI Tanah Karo dihadiri Bernard Pangaribuan. Sedangkan dari OKP DPD AMPI dan MPC Pemuda Pancasila hadir masing masing Ketuanya Ezra Ginting dan Pehuliken Tarigan SE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan mendadak yang difasilitasi Ketua DPD KNPI Karo Feryanta Purba itu, menyepakati kalau selebaran gelap yang berkop surat HMKI se-Sumatera Utara tak perlu ditanggapi. Itu ulah manusia tak bermoral yang bertujuan memecah belah kerukunan antar umat beragama. Bagi masyarakat yang kebetulan ada mendapat selebaran, diharapkan jangan terpancing, tak perlu ditanggapi dan jangan sampai menimbulkan pemikiran pemikiran yang sifatnya meretakkan hubungan sesama umat beragama yang sudah terpatri selama ini, demikian salah satu butir kesepakatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Feryanta Purba yang didampingi Wakil Ketua Amri Kesuma SP, OKP, Ormas dan sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam wadah KNPI merasa bertanggung jawab akan hal hal yang sifatnya merusak tatanan kehidupan. Apalagi yang menyinggung masalah sensitif tentang agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemuda Karo siap di barisan terdepan menghadang siapa saja yang coba bikin kotor di bumi Turang ini. Warga Tanah Karo tak butuh oknum oknum tertentu yang mengotori kesucian peradaban yang sejak dahulu sudah harmonis," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara secara terpisah Kabag Keuangan Pemkab Karo Sarjana Ginting SE yang namannya tertera dalam selebaran, membantah keras kalau dirinya terlibat dalam selebaran gelap itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sama sekali tak tahu menahu kenapa nama saya dituliskan dalam selebaran itu, itu perbuatan keji, demi Tuhan saya tak pernah bertemu dengan penitia HMKI, apa lagi memberikan komentar segala. Yang pasti selebaran yang mencantumkan nama saya benar benar merugikan saya, dan itu fitnah belaka" aku Sarjana menanggapi isi selebaran yang membawa bawa namanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan Selasa (6/3), Sarjana mengaku kalau ada namanya yang tertera dalam selebaran merupakan perbuatan kejam yang bertujuannya menghancurnya kariernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel Manik &gt;&gt; Global | Kabanjahe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-2958366485756415718?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/2958366485756415718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/2958366485756415718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2007/03/awas-selebaran-gelap-berbau-sara-di.html' title='Awas Selebaran Gelap Berbau Sara di Karo!!!'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-116687534891886482</id><published>2006-12-23T04:01:00.000-08:00</published><updated>2006-12-23T04:02:28.926-08:00</updated><title type='text'>Marga dan Politik</title><content type='html'>&lt;img src ="http://users.telerama.com/~jdehullu/islam/images/cordoba_2.gif" align= "left" border=3 width="300" height="450" HSPACE=5 &gt;Marga Sebagai Instrumen Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam politik kenegaraan di berbagai kerajaan Barat merdeka, seperti Pemerintahan Sisingamangaraja, Kesultanan Barus dan lain sebagainya, posisi marga sebagai kelompok politik sangatlah penting. Tetua atau Raja Huta biasanya akan memainkan peran politiknya seperti halnya peran partai politik di negar-negara demokraso parlementer di beberapa kerajaan monarki pada zaman modern seperti halnya di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana partai politik, perkumpulan marga mempunyai tanggung jawab politik dalam melangsungkan kesinambungan pemerintahan. Walaupun secara konstitusional Raja maupun Sultan tetap dijabat secara turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dapat dikaji dari hubungan antara negara dengan marga dalam kasus Kesultanan Barus (Hilir) dalam mempertahankan kelangsungan politik mereka. Pihak tetua marga-marga sebagaimana partai politik mempunyai peran dalam pengumpulan opini untuk mendukung legalitas seorang sultan yang di pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam manuskrip Sejarah Raja-raja Barus, di dapat bagaimana sebenarnya hubungan antara Sultan dan kelompok marga alias partai di Kesultanan Barus (hilir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nukilan manuskrip tersebut (Dimulai dari hal 46) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maka tersebutlah perkataan Tuanku Raja Kecil bapak muda Sultan Larangan (Pasaribu) tinggal di Barus memerintah kerajaan. Syahdan, setelah beberapa lama dia memerintah, maka dengan takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka Sri Paduka pun berpulanglah ke rahmatullah meninggalkan seorang anaknya lelaki yang bernama Sultan Emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala Sultan Emas pun hendak diangkat oleh sekalian pejabat istana menjadi Raja. Maka diperintahkan oleh Raja Barus (hulu) [Dari Dinasti Pardosi/Pohan] kepada sekalian penghulu dan segala yang tua-tua dan hamba rakyat bahwa tidak jadi diangkat Sultan Emas jadi Raja menggantikan ayahnya di kerajaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'ala kiranya beperlakukan maksud Raja Dihulu tidaklah jadi Sultan Emas menjadi raja. Maka tinggalkan Sultan Emas dengan duka beserta dua penghulu pengawal pribadinya. Seorang bergelar Orang Kaya Sultan di Jambu seorang lagi bergelar Orang Kaya Raja Bendahara. Ketiganya berduka dengan fakta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan maka tersebut perkataan Sultan Larangan (Pasaribu) pergi berjalan ke negeri Sorkam membawa duka percintaannya bersama neneknya perempuan bernama Puteri Palinu gelar Puteri Padang Nunang dan saudaranya perempuan bergelar Puteri Santan Bertapis yang kedua bergelar Puteri Palunggi Seratu serta dengan inang pengasuhnya serta dengan harta bendanya.&lt;br /&gt;Syahdan Sultan Larangan pun sampai ke Negeri Sorkam disambut oleh Raja Muda dari Sebarang, karena Raja Muda itu saudaranya juga dari sebelah perempuan. Maka dengan takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Sultan Laranganpun mengutus seorang utusan kepada raja-raja (huta) Batak mentampaikan khabar kehadirannya di Negeri Sorkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka utusan tersebut berangkat menuju ke negeri Batak Pasaribu yang empat sukunya (Opat Pusoran). Selama dianya menyuruh ke negeri Batak maka Sultan Larangan pu bersepakat dengan Raja Muda dan segala yang tua-tua dan segala hamba rakyat dalam negeri itu untuk mengangkat Sultan Larangan menjadi Raja di Sebarang. (Pembentukan pemerintahan in exile).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seketika dia tinggal, Raja Batak Pasaribu Tobing pun datang menghadap Sultan Larangan dan segala penduduk Batak Naipospos pun yang empat suku datang bersama. Adapun nama daerah itu belum bernama hanya namanya Rantau Panjang seketika Raja-raja Batak yang semuanya sampai di situ maka diperjamu oranglah makan dan minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hasil yang demikian itu sekalian isi negeri itu pun dengan segala Raja-raja Batak mengangkat Sultan Larangan menjadi Raja dengan gelar Tuanku Bendahara yang akan memerintah di Negeri Sorkam dengan satu perjanjian (kesepakatan) dengan Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adapun tatkala mengangkat Sultan Larangan jadi Tuanku Bendahara maka sekalin orang bersuka ramai serta memanjang gelanggang tiga bulan. Adapun dalam tiga bulan itu yang berhenti bersuka-sukaan dalam kampung itu. Adapun tatkala masa itu membuat perjanjianlah Sultan Larangan dengan segala Raja-raja (huta) Batak Pasaribu dan Raja-raja Naipospos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sebab maka satu perjanjian dengan Batak sebab negeri itu mahu diramaikan. (Pembangunan negara). Demikianlah perjanjiannya dengan raja Batak Pasaribu yang empat suku dan kepada Raja Batak Naipospos yang empat suku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa posisi marga di Kerajaan-kerajaan Batak, selain sebagai sebuah tali ikatan keturunan juga sebagai ikatan politik seperti halnya dalam sebuah partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Pasaribu dan Partai Naipospos (Situmeyang, Manungkalit, Hutauruk, Sinagabariang atau Sibagariang?) merupakan dua kelompok masyarakat yang menjadi rakyat mayoritas di Kerajaan tersebut. Sehingga posisi mereka sangat dibutuhkan dalam pembentukan konstitusi kerajaan beserta perundang-undangan yang akan dipatuhi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan partai politik di era modern, nampaknya partai politik ala marga ini sifatnya lebih permanen karena jumlah anggotanya akan tetap seiring dengan tingkat natalitas setiap anggota fraksi marga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai moderen anggotanya sangat dinamis dan bisa saja ditinggalkan anggotanya apabila partai yang bersangkutan dinilai sudah tidak dapat menampung aspirasi anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampungan aspirasi rakyat di Kesultanan Barus dilakukan oleh Partai Marga yang kemudian akan dibawa ke parlemen yang berisi para bangsawan, pemimpin partai, perdana menteri dan meneteri-meneteri alias pejabat istana. Di sana akan diputuskan berbagai hal yang menyangkut aspisari tersebut sesuai dengan konstitusi negara seperti yang ditulis dalam manuskrip tersebut. Apabila dalam rapat pertama belum mendapat sebuah keputusan maka akan diharapka kehadiran Sultan dalam rapat parlemen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Julkifli Marbun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-116687534891886482?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/116687534891886482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/116687534891886482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2006/12/marga-dan-politik.html' title='Marga dan Politik'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-116426620896484976</id><published>2006-11-22T23:12:00.000-08:00</published><updated>2006-11-22T23:16:48.976-08:00</updated><title type='text'>Perkawinan Inses</title><content type='html'>&lt;img src ="http://users.telerama.com/~jdehullu/islam/images/cordoba_2.gif" align= "left" border=3 width="300" height="450" HSPACE=5 &gt;Perkawinan Sumbang (Inses)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Raja Batak mempunyai dua anak yang diketahui silsilahnya sampai sekarang. Pertama Guru Tatea Bulan dan yang kedua adalah Raja Isumbaon. Ada yang mengatakan bahwa ada bungsunya satu lagi bernama Toga Laut yang mengembara ke arah utara menuju Aceh yang tidak pernah kembali di masa mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Tatea Bulan mempunyai sembilan orang anak, lima laki-laki dan empat perempuan yaitu, Raja Biak-biak, Tuan Sariburaja, Limbong Mulana, Sagalaraja (Malauraja), Boru Pamoras, Boru Pareme, Boru Biding Laut dan Natinjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Raja Isumbaon mempunyai tiga orang anak yaitu Sorimangaraja, Raja Asi-asi dan Sangkarsomaling (Hutagalung, 1991:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keturunan Raja Tatea Bulan terjadi perkawinan sumbang yaitu antara Tuan Sariburaja dengan adik kandungnya si Boru Pareme yang akhirnya menyebabkan perpecahan antara Sariburaja dengan adik-adiknya. Sariburaja memilih untuk melarikan diri ke hutan meninggalkan si Boru Pareme yang sedang hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Boru Pareme tidak putus asa lalu mencarinya ke hutan. Di sana dia melahirkan putra yang sedang dikandungnya dan diberi nama Lontung atau dikenal kemudian Si Raja Lontung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembaraan, Sariburaja kemudian menikah dengan Nai Mangiring Laut. Dari istri barunya ini lahirlah seorang anak yang bernama Borbor yang kemudian dikenal Si Raja Borbor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friksi dalam keluarga kecil ini menyebabkan perpecahan yang panjang antara Si Raja Lontung dengan Si Raja Borbor. Perselisihan tersebut berlanjut kepada keturunan masing-masing, dimana keturunan Raja Borbor kemudian beraliansi dengan keturunan Limbong Mulana, Sagalaraja dan Malauraja kontra keturunan Si Raja Lontung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah dalam kehidupan sosial berikutnya, aliansi keturunan Raja Borbor tersebut menggunakan panggilan "amangboru" yang lebih kurang berarti ipar dan tidak menggunakan tuturan seharusnya, yakni abang terhadap keturunan Si Raja Lontung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya menurut A. Adnan Situmorang, Si Raja Lontung yang menikah dengan si Boru Pareme, yakni namborunya sendiri mendapat sembilan anak yakni Aritonang, Siregar, Simatupang, Situmorang, Toga Nainggolan, Toga Pandiangan. Toga Sinaga, Si Boru Panggabean, Si Boru makpandan. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh W. Hutagalung (1991:63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terjadinya perkawinan sumbang atau kawin sedarah ini, maka dirasa sulit untuk menentukan posisi adat seperti "hula-hula", "dongan sabutuha" dan "borunya". Dengan kebuntuan ini, muncullah tokoh seperti Sorimangaraja putra dari Raja Isumbaon yang berinisiatif mendamaikan masalah perkawinan sumbang ini dengan mengambil beberapa keputusan yang pada akhirnya menjadi prinsip-prinsip adat dalam kebudayaan Batak yang diwarisi sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan itu adalah:&lt;br /&gt;1. Bahwa sesuatu masalah dapat dipecahkan dalam musyawarah untuk mendapat kesepakatan antara keturunan Si Raja Lontung, Borbor Bersatu dan Tuan Sorimangaraja.&lt;br /&gt;2. Bahwa perkawinan sesama saudara adalah tabu. Tidak diperkenalkan terjadi dalam keturunan Si Raja Batak.&lt;br /&gt;3. Bahwa segala "horja" dan bentuk peradatan, baru dapat berlaku apabila telah mendapat dukungan dari Raja Lontung, Borbor Bersatu dan Tuan Sorimangaraja. Ibarat tungku yang sama besar kokoh menampung periuk di atasnya. (Rajamarpodang, 1992:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini dilengkapi dengan peraturan-peraturan yang diabadikan dalam bentuk janji. Kemudian janji tersebut menjadi sumber hukum adat Batak yang disebut dengan Dalihan Na Tolu atau Tungku Nan Tiga. (Lihat: Lamhot Simarmata, Skripsi di IAIN Sumatera Utara, Fakultas Dakwah, Medan pada tahun 1997 dengan judul Pendayagunaan Dalihan Na Tolu Sebagai Sarana Pengembangan Dakwah di Kecamatan Harian Kabupaten Tapanuli Utara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemerintahan Sisingamangaraja, dikenal ada tiga pendetaraja yang menjadi penasehat politik dan adat bagi Dinasti Sisingamangaraja. Pertama adalah Ompu Palti Raja (selalu dijabat oleh marga keturunan Si Raja Lontung), Jonggi Manoar (dijabat oleh marga Borbor Bersatu biasanya Limbong atau Sagala) dan Baligeraja (yang selalu dijabat oleh keturunan Raja Isumbaon). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik menarik pengaruh politik sering terjadi antara ketiga pendetaraja tersebut dalam hubungan dengan kedaulatan Sisingamangaraja. Pada pemerintahan Sisingamangaraja X terjadi friksi antara Sisingamangaraja X dengan Ompu Palti Raja saat putri Sisingamangaraja X yang bernama Nai Napatihan berkeinginan menikah dengan putra Ompu Palti Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nai Napatihan merupakan putri satu-satunya Sisingamangaraja X, dan putri pertama dari dinasti Sisingamaraja, di mana sejak Sisingamangaraja I sampai dengan yang kesembilan tidak pernah mempunyai anak perempuan. Hal ini dikaitkan sejarah akibat karma yang terjadi kepada Manghuntal, Sisingamangaraja I yang berseteru dengan namborunya yang juga bernama Nai Napatihan boru Sinambela. Perselisihan terjadi akibat kebijakan Sisingamangaraja yang terlalu pro kepada pihak miskin dan yang tertindas. Sebuah kebijakan yang tidak disukai oleh namborunya tersebut. Nai Napatihan akhirnya tewas dalam perang saudara dengan Sisingamangaraja I yang mendapat bantuan dari pasukan kavaleri penunggang gajah dari Kesultanan Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akhirnya, Sisingamangaraja dan keturunannya harus menerima kutukan alam saat semua keturunannya tidak pernah mendapat anak perempuan. Kutukan tersebut akhirnya bisa ditanggalkan pada Sisingamangaraja X, yang akhirnya mempunyai seorang putri dan diberi nama Nai Napatihan untuk menghormati Namboru S. M. Raja pertama yaitu Nai Napatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, putri satu-satunya dan kesayangan tersebut akhirnya memilih menikah dengan putra Ompu Palti Raja dari  marga keturunan Si Raja Lontung. Sisingamangaraja X khawatir dengan keamanan tahtanya apabila generasi Si Raja Lontung menikah dengan putrinya boru Sinambela akan menghasilkan persaingan politik yang berkepanjangan. Ketiga turunan di atas, yakni keturunan Si Raja Lontung, Borbor Bersatu dan Sumba terlibat dalam persaingan politik di berbagai daerah atau huta di tanah Batak. Lontung menguasai tanah Batak Selatan atau Tapanuli Selatan dan sebagian pulau Samosir, Borbor Bersatu menguasai tanah Batak Pesisir dan Sumba di pusat tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Nai Napatihan dan Suaminya yang putra pejabat lembaga Ompu Palti Raja tersebut, diungsikan secara santun oleh Sisingamangaraja X ke tanah Aceh atau tepatnya Singkil, agar tidak menjadi pesaingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengungsian lahirlah seorang anak yang bernama Pongkinangolngolan yang kemudian dikenal bernama Fakih Amiruddin, sesuai dengan kebiasaaan nama-nama Batak Singkil di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah akhirnya berputar dimana Fakih Amiruddin ditakdirkan menjadi pemimpin sebuah pasukan Batak Padri yang datang dari tanah Batak selatan yang kemudian berseteru dengan Sisingamangaraja X di Bakkara. Fakih Amiruddin akhirnya memenangi pertempuran tersebut setelah seorang pasukannya dari marga Siregar berhasil menewaskan Sisingamangaraja X dan mendirikan pemerintahan Bataknya berpusat di Siborong-borong selama beberapa tahun. Dengan tewasnya Fakih Amiruddin atau yang dikenal dengan Tuanku Rao tersebut dalam pertempuran di Air Bangis melawan penjajah, maka kekuasaannya juga pudar di tanah Batak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah satu versi mengenai Fakih Amiruddin. Versi lain mengatakan bahwa dia sebenarnya marga Sinambela dari Ibu yang bernama Gana Sinambela putri Sisingamangaraja IX. Tapi pandangan ini sangat lemah karena putri kerajaan yang boru Sinambela hanya Nai Napatihan boru Sinambela, itupun baru pada era Sisingamangaraja X, akibat karma yang menimpa Dinasti Sisingamangaraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi lain mengatakan bahwa Ibunya adalah Nai Napatihan Sinambela yang menikah dengan seorang putra Aceh dan kemudian diusir dari tanah Batak. Ada juga versi lainnya yang mengatakan, dari sebuah disertasi sarjana Batak di UGM, bahwa Pongkinangolngolan bukanlah Tuanku Rao, tapi orang yang berbeda. Pongkinangolngolan bersama Tuanku Rao berseteru dengan Sisingamangaraja X dalam sebuah konstalasi politik saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Pongkinangolngolan yang orang batak penganut Islam dan Tuanku Rao bermaksud melakukan pembaharuan agama Islam di tanah Batak yang sudah banyak menganut Islam sejak abad ke-7 tapi berbau syiah, sinkretis dan adat. Pasukan Muslim Batak di bawah pimpinan Syarif Tanjung seorang panglima pasukan Sisingamangaraja X dan dengan dukungan Sisingamangaraja X, berhadapan dengan pasukan Batak Padri. Perang ini terjadi pada abad ke-19.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-116426620896484976?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/116426620896484976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/116426620896484976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2006/11/perkawinan-inses.html' title='Perkawinan Inses'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-116160078192601612</id><published>2006-10-23T03:45:00.000-07:00</published><updated>2006-10-23T03:53:01.936-07:00</updated><title type='text'>Peternakan Moderen</title><content type='html'>&lt;img src ="http://users.telerama.com/~jdehullu/islam/images/cordoba_2.gif" align= "left" border=3 width="300" height="450" HSPACE=5 &gt;Pemkab Karo akan Kembangkan Peternakan Moderen di Mbal-mbal Nodi        &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;22 Oktober 2006 jam 21:21  &lt;br /&gt;Kabanjahe (SIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkab Karo akan mengembangkan peternakan sapi modern  di areal Perjalangan Mbal-mbal Nodi Desa Mbal-mbal Petarum Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo, didukung dengan tenaga ahli peternakan serta akan mendatangkan bibit ternak unggul dari luar Tanah Karo yang pada hakekatnya untuk meningkatkan prekonomian peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Bupati Karo Drs DD Sinulingga saat bertemu dengan kelompok Tani Ternak Merih Unggul, Kamis (19/10) di areal peternakan Nodi bersama Sekdakab Karo Drs Sumbul S Depari MSc, Kadis Pertanian  dan Peternakan Ir Sidarta Pinem, Kadis Koperasi dan PKM Drs Kawar Berahmana, Kabag Umum Drs Budiman Sembiring, Kabag Humas Drs Robert Peranginangin, Kadis PUD  Firman Amin Kaban dan   Dinas Kehutanan Kabupaten Karo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DD Sinulingga mengatakan, areal peternakan Mbal-mbal Nodi yang cukup luas juga sangat berpotensi untuk  meningkatkan kesejahteraan peternak di daerah itu, tentunya dengan merobah pola  beternak secara modern dan meninggalkan sistim tradisional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sistim perternakan modern yang dimaksud bupati, dari sisi pengadaan bibit/pejantan, makanan, juga sarana dan prasarana pendukung peternakan lainnya, seperti penanaman rumput makanan ternak, pengalokasian kandang ternak, pengadaan air untuk minum, kebersihannya, jalan, serta sarana pendukung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menambahkan, areal Perjalangen Nodi yang lebih kurang 1000 hektare dinilai  sangat potensial sebagai lahan peternakan modern. Untuk itu, Pemkab Karo akan mengalokasikan dana APBD pada tahun 2007 mendatang guna mewujudkan Mbal-Mbal Nodi  menjadi sentra peternak modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu bisa berhasil asal mau mematuhi aturan yang akan diberikan, serta mau bekerja sama  sesama peternak dan pemerintah,  semoga peternak akan kelak menjadi peternak modern sehingga dapat meningkatkan tarif perekonomian di daerah ini, ujar  bupati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati menyarankan kelompok ternak Merih Unggul agar membentuk koperasi yang tujuannya demi kelancaran pengelolaan, pengembangan dan pemasaran peternakan itu sendiri.  Kelompok tani ternak berbentuk koperasi,  juga akan bertujuan mendapatkan kemudahan-kumudahan, seperti pemasaran dan perolehan bibit/pejantan unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang sama, ahli ternak Lembu/sapi Petrus Sitepu didampingi ahli pakan ternak Simon Ginting mengatakan, untuk menjadi peternak maju dan sejahtera, lebih dahulu harus mengerti kebutuhan ternak dan pengelolaannya, seperti rumput-rumputan, air, pemeriksaan kesehatan dan kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beternak ada dua cara,  beternak di dalam kandang  atau pemeliharaannya hanya di kandang dan peternakan lepas atau jelasnya ternak dilepas dan makanannya ditanam di satu areal yang luas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu juga Bupati Karo akan merencanakan penanaman rumput, serta membangun bendungan-bendungan penahan air serta membuat sarana jalan melalui dana APBD 2007 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungan kerjanya, DD Sinulingga, meninjau ruang sekolah SD Inpres Paya Mbelang yang hanya memiliki 3 ruang belajar. Pada kesempatan itu, bupati sangat prihatin melihat kekurangan ruang belajar sekolah tersebut. Bupati berbincang-bincang dengan kepala sekolah seputar proses belajar mengajar dan tentang satu ruang belajar yang dijadikan dua ruang kelas, serta jumlah tenaga pengajar hingga saat ini masih kurang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-116160078192601612?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/116160078192601612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/116160078192601612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2006/10/peternakan-moderen.html' title='Peternakan Moderen'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36047738.post-116088872137467425</id><published>2006-10-14T22:04:00.000-07:00</published><updated>2006-10-14T22:08:47.623-07:00</updated><title type='text'>Guru Patimpus</title><content type='html'>&lt;img src ="http://users.telerama.com/~jdehullu/islam/images/cordoba_2.gif" align= "left" border=3 width="300" height="450" HSPACE=5 &gt;Pada tahun 1540 M, Mahkuta atau Manghuntal yang menjadi Panglima di Kerajaan Hatorusan yang berpusat di Barus dan Singkel--ditugaskan menumpas pemberontakan di pedalaman Batak, setelah sebelumnya berhasil mengusir Portugis dari perairan Singkel, memerintah di tanah Batak sebagai Sisingamangaraja I. Kedaulatannya ditransfer oleh Raja Uti VII yang kehilangan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Sisingamangaraja I, hanya berlangsung sepuluh tahun. Sebelum putra mahkotanya, Manjolong, berumur dewasa, masih 12 tahun, Manghuntal dikabarkan menghilang dan tidak pernah kembali lagi sekitar tahun 1550 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Bakkara dan lingkungan Istana percaya bahwa Sisingamangaraja menghilang diambil Mulajadi Nabolon ke langit atau menganggapnya sebagai kejadian gaib. Manjolong akhirnya diangkat menjadi Sisingamangaraja II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan dari kitab-kitab kuno bangsa Batak Karo diketahui bahwa Sisingamangaraja I ternyata berada di tanah Karo paska menghilangnya raja dari Bakkara. Tidak disebutkan sebab-sebab migrasi Sisingamangaraja. Apakah dia frustasi dengan keadaan rakyatnya yang terus bertikai dan bertengkar, walau sudah dibujuk untuk damai dengan benda-benda pusaka Raja-raja Uti, tidak diketahui dengan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi melihat riwayat-riwayat budi pekerti sosok Sisingamangaraja I yang anti- perbudakan, anti-rentenir sehingga selalu membayar utang para rakyat yang terlilit hutang dan lain sebagainya, membuatnya banyak memiliki musuh dari elit-elit yang suka mengeksploitasi rakyat. Permusuhan itu, tidak saja dari lingkungan istana tapi bahkan dari kerabatnya sendiri, misalnya namborunya, yang tidak menyukai kebijakannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska kepindahannya ke tanah Karo salah satu cucunya yang bernama Guru Patimpus mendirikan huta yang sekarang menjadi Ibukota Provinsi Sumatera Utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama medan merupakan sebuah desa yang dibangun oleh Guru Patimpus. Desa tersebut yang berfungsi sebagai ‘onan’ tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai penjuru untuk tujuan ekonomi, politik dan sosial. Onan itu berada di sebuah lapangan besar di mana diatasnya keramaian orang melakukan transaksi. Orang-orang Arab yang melihat peristiwa itu menyebut lapangan tersebut sebagai Maidan, lapangan luas, yang akhirnya menjadi Medan dalam lidah melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Medan dikenal berbeda-beda dalam sejarah, sesuai dengan perubahan penguasa atas kawasan ini. Kesultanan Haru, terdiri dari orang Karo yang menjadi prajurit Aceh, pernah menguasasinya dan medan lebih dikenal dengan Haru. Dominasi orang Haru diruntuhkan oleh orang Aceh dan mengangkat orang melayu menjadi pemimpin di daerah tersebut. Maka kemudian dikenal juga nama Ghuri dan Deli di tangan orang Melayu yang diangkat oleh Aceh dan dipengaruhi oleh budaya India Dehli sekarang dikenal Delhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat Hamparan Perak salah seorang putera dari Sisingamangaraja bernama Tuan Si Raja Hita mempunyai seorang anak bernama Guru Patimpus pergi merantau ke beberapa tempat di Tanah Karo dan merajakan anak-anaknya di kampung–kampung: Kuluhu, Paropa, Batu, Liang Tanah, Tongging, Aji Jahe, Batu Karang, Purbaji, dan Durian Kerajaan. Kemudian Guru Patimpus turun ke Sungai Sikambing dan bertemu dengan Datuk Kota Bangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Datuk Bueng yang tinggal di Jl. Kertas Medan dia mempunyai dokumen tua dalam bentuk lempeng–lempeng. Menurut trombo yang ada padanya Raja–raja 12 Kuta (Hamparan Perak) adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Sisingamangaraja I, setelah menghilang dari Bakkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sisingamangaraja I, Lahir di Bakkara, dibesarkan di Istana Raja Uti VII (Pasaribu Hatorusan) di Singkel, menjadi raja Batak di Bakkara paska menumpas pemberontakan memerintah di tahun 1540-1550 M, lalu menghilang. Diketahui kemudian dia pergi ke tanah Karo. &lt;br /&gt;2. Tuan si Raja Hita&lt;br /&gt;3. Guru Patimpus, masuk Islam dan pada tanggal 1 Juli 1590, mendirikan kota Medan.&lt;br /&gt;4. Datuk Hafiz Muda&lt;br /&gt;5. Datuk Muhammad Syah Darat&lt;br /&gt;6. Datuk Mahmud&lt;br /&gt;7. Datuk Ali&lt;br /&gt;8. Banu Hasim&lt;br /&gt;9. Sultan Seru Ahmad&lt;br /&gt;10. Datuk Adil&lt;br /&gt;11. Datuk Gombak&lt;br /&gt;12. Datuk Hafiz Harberhan&lt;br /&gt;13. Datuk Syariful Azas Haberham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bahan–bahan dari Panitia Sejarah Kota Medan (1972) termasuk Landschap Urung XII Kuta, ini dapat dilihat dari trombo yang disalin dalam tulisan Batak Karo yang ditulis di atas kulit–kulit Alin. Trombo ini mengisahkan Guru Patimpus lahir di Aji Jahei. Dia mendengar kabar ada seorang datang dari Jawi (bahasa Jawi bahasa Pasai Aceh, kemudian dikenal dengan bahasa Melayu tulisan Arab. Orang yang datang dari Jawi itu adalah orang dari Pasai keturunan Said yang berdiam di kota Bangun. Orang itu sangat dihormati penduduk di Kota Bangun kemudian diangkat menjadi Datuk Kota Bangun yang dikenal sangat tinggi ilmunya. Banyak sekali perbuatannya yang dinilai ajaib-ajaib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Patimpus sangat ingin berjumpa dengan Datuk Kota Bangun untuk mengadu kekuatan ilmunya. Guru Patimpus beserta rakyatnya turun melalui Sungai Babura, akhirnya sampailah di Kuala Sungai Sikambing. Di tempat ini Guru Patimpus tinggal selama 3 bulan, kemudian pergi ke Kota Bangun untuk menjumpai Datok Kota Bangun. Konon ceritanya dalam mengadu kekuatan ilmu, siapa yang kalah harus mengikuti yang memang. Dalam adu kekuatan ini, berkat bantuan Allah SWT Guru Patimpus kalah dan dia memeluk agama Islam, sebelumnya beragama Perbegu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia belajar agama Islam dari Datuk Kota Bangun. Dia selalu pergi dan kembali ke Kuala Sungai Sikambing pergi ke gunung dan ke Kota Bangun melewati Pulo Berayan yang waktu itu di bawah kekuasaan Raja Marga Tarigan keturunan Panglima Hali. Dalam persinggahan di Pulo Berayan, rupanya Guru Patimpus terpikat hatinya kepada puteri Raja Pulo Berayan yang cantik. Akhirnya kawin dengan puteri Raja Pulau Berayan itu, kemudian mereka pindah dan membuka hutan kemudian menjadi Kampung Medan. Setelah menikah, Patimpus dan istrinya membuka kawasan hutan antara Sungai Deli dan Sungai Babura yang kemudian menjadi Kampung Medan. Tanggal kejadian ini biasanya disebut sebagai 1 Juli 1590, yang kini diperingati sebagai hari jadi kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera Guru Patimpus Hafal Al-Qur'an &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkawinan dengan puteri Raja Pulo Berayan lahirlah dua orang anak lelaki, seorang bernama Kolok dan seorang lagi bernama Kecik. Kedua putera Guru Patimpus ini pergi ke Aceh untuk belajar agama Islam. Kedua putera Guru Patimpus ini hafal Al Qur'an, karena itu Raja Aceh memberi nama untuk yang tua Kolok Hafiz, dan adiknya Kecik Hafiz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut trombo yang ditulis dalam bahasa Batak Karo di atas kulit Alin itu, Hafiz Muda kemudian menggantikan orang tuanya Guru Patimpus, menjadi Raja XII Kuta. Putera Guru Patimpus dari ibu yang lain bernama Bagelit turun dari gunung menuntut hak dari ayahandanya yaitu daerah XII Kuta. Setelah puteranya Bagelit memeluk agama Islam daerah XII Kuta yang batasnya dari laut sampai ke gunung dibagi dua. Kepada Bagelit diberi kekuasaan dari Kampung Medan sampai ke gunung. Akhirnya kekuasaan Bagelit dikenal dengan Orung Sukapiring. Sedangkan Hafiz Muda tetap menjadi Raja XII Kuta berkedudukan di Kampung Medan. Waktu itu Medan adalah sekitar Jalan Sungai Deli sampai Sei Sikambing (Petisah Kampung Silalas). Guru Patimpus dan puteranya Hafiz Muda yang menjadikan Kampung Medan sebagai pusat pemerintahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut trombo dan riwayat Hamparan Perak (XII Kuta) Guru Patimpus belajar agama Islam pada Datuk Kota Bangun. Menurut catatan sejarah Datuk Kota Bangun adalah seorang ulama besar, tapi tidak disebut namanya. Apakah Datuk Kota Bangun itu adalah Imam Siddik bin Abdullah yang meninggal 22 Juni 1590? Pertanyaan ini barang kali ahli sejarah dapat menjawabnya. Di masa dulu ulama–ulama besar lebih dikenal dengan menyebut nama tempat ulama itu berdomisili. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. J.P. Moquette dan Tengku Luckman Sinar, SH, makam Imam Siddik bin Abdullah terdapat di Perkebunan Klumpang. Pada batu nisannya tertulis ulama dari Aceh Imam Siddik bin Abdullah meninggal 23 Syakban 998H (22 Juni 1590) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELANDA tercatat pertama kali masuk di Deli tahun 1641, ketika sebuah kapal yang dipimpin Arent Patter merapat untuk mengambil budak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, hubungan Deli dengan Belanda semakin mulus. Tahun 1863 Kapal Josephine yang membawa orang perkebunan tembakau dari Jawa Timur, salah satunya Jacobus Nienhuijs, dari Firma Van Den Arend Surabaya mendarat di Kesultanan Deli. Oleh Sultan Deli, ia diberi tanah 4.000 bau untuk kebun tembakau, dan mendapat konsesi 20 tahun. Begitulah awal cerita, yang berlanjut dengan masuknya ribuan tenaga kerja Cina, India, dan akhirnya Jawa untuk menggarap perkebunan-perkebunan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa Melayu, Medan berarti tempat berkumpul, karena sejak zaman kuno di situ sudah merupakan tempat bertemunya masyarakat dari hamparan Perak, Sukapiring, dan lainnya untuk berdagang, berjudi, dan sebagainya. Desa Medan dikelilingi berbagai desa lain seperti Kesawan, Binuang, Tebing Tinggi, dan Merbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan sebagai embrio sebuah kota, di era penjajahan Belanda, secara kronologis berawal dari peristiwa penting tahun 1918, yaitu saat Medan menjadi Gemeente (Kota Administratif), tetapi tanpa memiliki wali kota sehingga wilayah tersebut tetap di bawah kewenangan penguasa Hindia Belanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Administratif Medan dibentuk melalui lembaga bernama "Komisi Pengelola Dana Kotamadya", yang dikenal dengan sebutan Negorijraad. Berdasarkan "Decentralisatie Wet Stbl 1903 No 329", lembaga lain dibentuk yaitu "Afdeelingsraad Van Deli" (Deli Division Council) yang berjalan bersama Negorijraad sampai dihapuskan tanggal 1 April 1909, ketika "Cultuuraad" (Cultivation Council) dibentuk untuk daerah di luar kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tanggal 1 April 1909 ini sempat dijadikan tanggal lahir Kota Medan sampai dengan tahun 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Medan Municipal Board saat didirikan tanggal 1 April 1909 (Stblt 1909 No 180) adalah Mr EP Th Maier, yang menjabat sebagai pembantu Residen Deli Serdang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak 26 Maret 1975, lewat Keputusan DPRD No 4/ DPRD/1975 yang didasari banyak pertimbangan, ditetapkan bahwa hari lahir Kota Medan adalah 1 Juli 1590.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sekilas sejarah Kota Medan, tampak bahwa sejak zaman kuno, zaman Kerajaan Haru, Medan sudah menjadi tempat pertemuan berbagai kultur bahkan ras seperti Karo, Melayu (Islam), India, Mandailing, dan Simalungun. Sebagaimana terlihat dalam paparan di atas, proses itu bukannya berkurang, bahkan semakin kompleks sejak dibukanya perkebunan-perkebunan di Sumatera Utara yang menghadirkan kuli kontrak baik dari India, Cina, maupun Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, Medan, yang berarti tempat berkumpul tersebut, masih menjadi tempat berkumpul berbagai ras dan kultur yang berbeda-beda. Mengingat pengalamannya yang panjang sebagai melting pot, tidak heran jika hingga saat ini Medan masih dikenal sebagai daerah yang aman dari berbagai kerusuhan antaretnis. Semua ras dan etnis di sini tidak ada yang ingin menonjol atau saling menjatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku The History of Medan tulisan Tengku Luckman Sinar (1991), dituliskan bahwa menurut "Hikayat Aceh", Medan sebagai pelabuhan telah ada pada tahun 1590, dan sempat dihancurkan selama serangan Sultan Aceh Alauddin Saidi Mukammil kepada Raja Haru yang berkuasa di situ. Serangan serupa dilakukan Sultan Iskandar Muda tahun 1613, terhadap Kesultanan Deli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak akhir abad ke-16, nama Haru berubah menjadi Ghuri, dan akhirnya pada awal abad ke-17 menjadi Deli. Pertempuran terus-menerus antara Haru dengan Aceh mengakibatkan penduduk Haru jauh berkurang. Sebagai daerah taklukan, banyak warganya yang dipindahkan ke Aceh untuk dijadikan pekerja kasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan Aceh, Kerajaan Haru yang makmur ini juga tercatat sering terlibat pertempuran dengan Kerajaan Melayu di Semenanjung Malaka. Juga dengan kerajaan dari Jawa. Serangan dari Pulau Jawa ini antara lain tercatat dalam kitab Pararaton yang dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Negarakertagama, Mpu Prapanca juga menuliskan bahwa selain Pane (Panai), Majapahit juga menaklukkan Kampe (Kampai) dan Harw (Haru). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurangnya penduduk daerah pantai timur Sumatera akibat berbagai perang ini, lalu diikuti dengan mulai mengalirnya suku-suku dari dataran tinggi pedalaman Sumatera. Suku Karo yang bermigrasi ke daerah pantai Langkat, Serdang, dan Deli. Suku Simalungun ke daerah pantai Batubara dan Asahan, serta suku Mandailing ke daerah pantai Kualuh, Kota Pinang, Panai, dan Bilah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal kata Deli untuk Kota Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hikayat Deli, seorang anak raja satu kerajaan di India yang bernama Muhammad Dalik, perahunya tenggelam di dekat Kuala Pasai sehingga ia terdampar di Pasai, daerah Aceh sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sesudah ia datang di Aceh, Sultan Aceh mengalami kesulitan untuk menaklukkan tujuh laki-laki dari Kekaisaran Romawi Timur yang membikin kekacauan. Dalik berhasil membunuh para pengacau tersebut satu persatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penghargaan atas keberhasilannya membunuh para pengacau tersebut, Sultan memberinya gelar Laksamana Kud Bintan dan menunjuknya sebagai Laksamana Aceh. Atas berbagai keberhasilannya dalam pertempuran akhirnya ia diangkat sebagai Gocah Pahlawan, pemimpin para pemuka Aceh dan raja-raja taklukan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, Dalik meninggalkan Aceh dan membuka negeri baru di Sungai Lalang-Percut. Posisinya di daerah baru adalah sebagai wakil Sultan Aceh di wilayah bekas Kerajaan Haru (dari batas Tamiang sampai Sungai Rokan Pasir Ayam Denak) dengan misi, menghancurkan sisa-sisa pemberontak Haru yang didukung Portugis, menyebarkan Islam hingga ke dataran tinggi, serta mengorganisir administrasi sebagai bagian dari Kesultanan Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkuat posisinya ia menikahi adik Raja Sunggal (Datuk Itam Surbakti) yang bernama Puteri Nang Baluan Beru Surbakti, sekitar 1632 M. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengganti Gocah, anaknya yang bernama Tuanku Panglima Perunggit pada tahun 1669 M, memproklamasikan berdirinya Kesultanan Deli, di dalamnya termasuk kota Medan, yang terpisah dari Aceh, serta mulai membangun relasi dengan Belanda di Malaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya Kesultanan Deli ini juga salah satu sebab mengapa Medan kemudian disebut Deli. Nama Deli sesungguhnya muncul dalam "Daghregister" VOC di Malaka sejak April 1641, yang dituliskan sebagai Dilley, Dilly, Delli, atau Delhi. Mengingat asal Gocah Pahlawan dari India, ada kemungkinan nama Deli itu berasal dari Delhi, nama kota di India.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36047738-116088872137467425?l=islamkaro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/116088872137467425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36047738/posts/default/116088872137467425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamkaro.blogspot.com/2006/10/guru-patimpus.html' title='Guru Patimpus'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
